Salah satunya, implementasi dari program Kampung Tangguh, yang digagas oleh Kapolda Jatim, yang sudah banyak diresmikan oleh Bupati Jombang. Namun, peresmian program Kampung Tangguh di Kota Santri ini disorot oleh Anggota DPRD Jombang, lantaran dianggap hanya sebatas seremonial biasa saja, yang nyatanya implementasi yang dilakukan di desa dianggap tidak maksimal bahkan terkesan asal-asalan.
Menurut H. Syarif Hidayatullah anggota komisi D DPRD Jombang Fraksi Partai Demokrat, Kampung tangguh ketika tidak didasari dengan elemen penggerak yang tangguh maka hanya akan terkesan kegiatan ceremonial saja yang menghambur-hamburkan biaya.
"Dengan adanya konsep Kampung Tangguh atau Desa Tangguh itu saya setuju, tapi yang terjadi implementasi di lapangan tidak menyeluruh. Selain itu, desa atau kampung tangguh ini juga membutuhkan biaya yang sangat relatif besar " Ujar Politisi Demokrat yang sering disapa Gus Sentot ini, saat diwawancarai di Kantor DPC Demokrat, Kamis (30/7/2020) siang.
Berdasarkan fakta yang diperoleh Gus Sentot dilapangan, banyak desa yang berlabel Kampung Tangguh namun didalamnya masih jauh dari penerapan protokol dan sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Kapolda Jawa Timur.
" Saya masih banyak melihat Desa yang sudah ada keterangan jalankan konsep Desa tangguh, tapi jajaran didalamnya termasuk kepala dusun RT dan RW sering kali saat saya terjun dilapangan, kepeduliannya masih sangat minim " jelas dia.
Kalau melihat dilapangan, kata dia, Pemerintah Desa saat menerapkan kampung tangguh itu macam-macam, bisa jadi kepala desanya tegas, menerapkan dengan serius, orang masuk rumah harus memakai masker, tapi satu sisi belum tentu RT, RW bahkan Kadusnya dan yang lainnya juga menerapkan ketegasan yang sama.
" Saya berharap, ya kampung tangguh ini bukan hanya seremonial saja dan menghambur-hambur anggaran, waktu, tenaga maupun pikiran, kampungnya berlabel tangguh tapi notabene didalamnya sangat tidak tangguh " imbuhnya.
BACA JUGA : KPU KAB.BLTAR : Gelar MEDIA GATHERING, Sukseskan Pilkada 2020 dan Lawan Berita HOAX
Gus Sentot juga menyayangkan, impelentasi Kampung Tangguh yang kurang maksimal, karena memakan anggaran yang sangat relatif tinggi, tapi tidak sesuai serta jauh dengan apa yang menjadi keinginan bersama, yakni memutus mata rantai penyebaran pagebluk Covid 19.
"Jadi percuma biaya begitu besar kenyataannya dilapangan banyak jajaran Kepala Desa RT dan RW yang tidak seragam, mendukung penuh pemutusan virus Covid 19" tegasnya.
Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan, bahwa masih banyak Kepala Desa yang kapasitas dan otoritasnya memimpin pemerintahan desa itu sangat tidak paham tentang pencegahan Covid 19.
"Saya yakin, sangat banyak Kepala Desa yang belum memahami 100% tentang pencegahan Covid 19, ini terbukti ketika ada warga yang hanya status rapid tesnya reaktif saja, namun sudah diisolasi ekstra yang berimbas pada dampak sosial yang dikucilkan, belum lagi dampak ekonomi " bebernya.
Masih penjelasan Gus Sentot, memberikan pemahaman kepada Kepala Desa merupakan tangguh jawab pemerintah diatasnya, dalam hal ini Camat dan Pemerintah Kabupaten.
"Itu semua merupakan tanggung jawab pemerintah diatasnya, bisa jadi Camat, atau tanggung jawab Pemkab untuk memberikan informasi pengetahuan perihal Covid 19, baik pencegahan, pengobatan dan setelahnya " ujarnya.
Bahkan, dicontohkan olehnya, perihal ketidakpahaman pemerintah desa dalam penanganan Covid 19 ini, juga berdampak fatal bagi masyarakat.
"Misal ada tetangga yang menolak kedatangan orang status reaktif setelah diisolasi, itu bukan salah tetangga, melainkan salah pemerintah desa dalam memberikan pemahaman kepada warganya" tukasnya.
Anggota DPRD Komisi D ini juga berharap, agar Pemkab melakukan evaluasi dan pendampingan terhadap pemerintah desa, agar upaya konsep kampung tangguh demi memutus penyebaran Covid 19 ini bisa berhasil dengan maksimal.
BACA JUGA : Pasangan Prabowo Subianto – Puan Maharani Menuju Pilpres 2024 Semakin Mantap
" Pemerintah harus evaluasi dan lakukan pendampingan terhadap pemerintah desa, agar upaya konsep kampung tangguh demi memutus penyebaran Covid 19 ini bisa maksimal, efektif dan tidak buang-buang biaya" pungkasnya.