Kamis, 4 Juni 2026

Abaikan Protokol Kesehatan Dalih Agama, Renggutan Nyawa Semakin Merajalela

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Senin, 27 Juli 2020 | 00:39 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Virus Covid 19 atau juga dikenal Corona virus masih saja menghantui kehidupan, khususnya di Indonesia. Lantaran masih berlarut – larut menambah korban. Baik yang hanya terinfeksi sampai terenggut nyawa. Dapat dikatakan semakin merajalela. Yang jadi tanda tanya, penyebab jumlah yang terpapar virus Covid 19 semakin meningkat di Indonesia. Bahkan sudah melampaui Wuhan, China. Update 26 Juli 2020 sudah mau 10 ribu kasus dan hampir 5 ribu meninggal dunia. Kini, justru banyak menyalahkan pemerintah tidak care terhadap masyarakatnya. Padahal, pencegahan dimulai dari diri sendiri. Yaitu lebih mengedepankan kesadaran diri dalam protokol kesehatan. Sebab apabila bukan sadar dari diri sendiri, maka akan mengabaikannya. Terbukti sekitar 80% warga mengabaikan Protokol Kesehatan. Diantaranya tidak pakai masker, tidak rajin cuci tangan dan tidak jaga jarak (berdasarkan hasil survei beberapa pemerhati Covid). Latar belakangnya dari percaya tentang beberapa hal.

BACA JUGA: Kasus Korupsi Masa Idealisman Dachi Perlu Dituntaskan Sebelum Pilkada

Foto : Pdt. Dr. Sochiwolo'o Ndruru, M.Th

Takdir. Bahwa yang ditakdirkan mati hanyut di laut, tidak akan mati dengan cara yang lain. Namun sama atau tidak dengan Covid 19? Lalu, iman yang kuat. Bahwa kalau iman sudah kuat, tidak perlu takut terhadap Covid sehingga cenderung abai terhadap protokol kesehatan. Dibenarkan? Kemudian bahasa roh. Bahwa orang yang banyak berbahasa roh, mengalami peningkatan imunitas tubuh. Sehingga tidak dapat terpapar Covid. Benarkah? Kemudian ibadah. Bahwa orang yang rajin sembahyang atau ibadah tidak akan kena Virus Corona. Sehingga disiplin mencegah Corona dianggap tidak penting. Yakinkah? Lalu, daya tahan tubuh. Bahwa dengan mengkonsumsi bahan - bahan yang meningkatkan daya tahan tubuh, tidak perlu takut sama Covid. Sehingga bersikap acuh pada protokol kesehatan. Percayakah? Lalu hidup dan mati terserah. Bahwa dengan sikap demikian lantas mengabaikan protokol kesehatan. Patutkah?

BACA JUGA: Jargon Kampanye Idealisman Dachi Dipilih Tak Dipilih Pasti Menang, Melebihi Tuhan?

-
Foto : Presiden Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan

Sebenarnya ada saran yang penting diperhatikan. Apapun kepercayaan yang dianut, silahkan dipegang buat diri sendiri. Tapi sebagai warga negara yang baik dan patuh, harus tunduk pada protokol kesehatan. Tentu saja sebagaimana pemerintah melalui Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama jajaran telah menyosialisasikan dengan berbagai cara. Sebab pemerintah adalah hamba atau pelayan Tuhan demi kebaikan semua. "Tiap - tiap orang harus tunduk kepada pemerintah yang diatasnya. Sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah - pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah (Roma 13 : 1 - 5). Kepatuhan dan kerjasama yang baik, disertai doa - doa kepada Tuhan, kiranya membuat Covid 19, tak betah berlama berdiam di negeri. Terlebih menjelang merayakan hari Kemerdekaan 17 Agustus 2020. Salam Kompak. Dijelaskan oleh Pdt. Dr. Sochiwolo'o Ndruru, M.Th selaku Direktur Pascasarjana atau dosen tetap di Sekolah Tinggi Theologi Jaffray Jakarta. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini