Umbunasi, Nias Selatan, Nawacitapost.com - Sekolah adalah tempat memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta menggali dan mengembangkan potensi yang kita miliki. Namun beda halnya dengan sekolah SMP N. 3 Umbunasi, pada Saat monitoring di wilayah kecamatan Umbunasi, kabupaten Nias Selatan. Kepala desa FOIKHUGAGA ( YAMARLI ZEBUA ) saat ditemui di Kantor Kades oleh wartawan Nawacitapost mengatakan bahwa Masyarakat kecamatan Umbunasi tengah dikorbankan oleh pihak sekolah SMP N.3 Umbunasi.Kamis, (2/7/20)
"Dalam kurun waktu ± 2 tahun ini, tidak ada terlaksana proses kegiatan belajar mengajar. Juga selama pemerintah pusat menerapkan kebijakan New Normal ini, Kepala sekolah SMP N.3 Umbunasi (GATUSOKHI TAFONAO) tidak pernah hadir ataupun tidak pernah hadir di wilayah sekolah yang dia pimpin, apalagi guru-guru sekolah tersebut juga tidak pernah hadir. Saat ini yang aturanya penerimaan siswa baru, tapi tidak ada panitia penerimaan siswa baru. ujarnya".
Banyak masyarakat yang datang ke sekolah hendak mendaftarkan anaknya, tapi ujungnya pulang membawa penyesalan lantaran tak ada orang di sekolah.
Menurut keterangan kepala desa FOIKHUGAGA bahwa selama ni banyak masyarakat datang kepadanya meminta petunjuk terkait kondisi sekolah tersebut.
"Saya sering didatangi oleh warga untuk konsultasi terkait kondisi sekolah ini, tapi saya bilang bahwa saya tengah berupaya untuk komunikasi sama kepala sekolahnya . Saya selaku kepala desa tentunya tak diam begitu saja melihat keadaan sekolah ini. Beberapa kali saya telpon kepala sekolahnya tapi tidak pernah direspon." Tambahnya
Baca Juga : Masih ada Masyarakat belum menerima BST maupun BLT
Saya tentunya meminta pemerintah kabupaten Nias Selatan khususnya Kepala Dinas Pendidikan untuk menaruh sedikit perhatian terhadap sekolah kami ini. Seolah tak ada perhatian pemerintah hingga ada teori pembiaran kepada kepala sekolah untuk semena-mena tidak melaksanakan Tugasnya sebagai kepala sekolah. Ujarnya.
Ditambah lagi bahwa di tahun 2018 silam ada bangunan pemerintah yang disasarnkan di sekolah tersebut, yaitu rumah dinas guru. Bangunan tersebut sampai saat ini terpantau belum siap dikerjakan. Banyak pihak yang bertanya-tanya tentang proses bangunan itu. Seolah ada sedikit dugaan dalam penanganan proyek pemerintah tersebut terdapat kejanggalan. Apalagi sejak dilaksanakan pembangunan itu tidak ada dipasang papan informasi bangunan bangunan. Imbuhnya
Tentunya harapan saya selaku kepala desa, pemerintah Nias Selatan khususnya pihak LSM dan Inspektorat kabupaten Nias Selatan agar turun langsung memantau sekolah ini.
Masyarakat juga sangat berharap kiranya pihak terkait memperhatikan hal tersebut.
Editor: Administrator
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Senin, 8 Juni 2026 | 21:25 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 20:07 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 13:29 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:41 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:39 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:39 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:33 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:33 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB