Kamis, 4 Juni 2026

Sri Mulyani : Krisis Ekonomi Saat ini berbeda dengan Krisis Keuangan Asia 1998

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 30 Juni 2020 | 10:53 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Menkeu, Sri Mulyani Indrawati mengatakan krisis yang terjadi karena pandemi COVID-19 saat ini dipandang sangat berbeda dengan krisis keuangan Asia 1998 maupun krisis keuangan global 2008. Dalam masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini, pemerintah memiliki peran sangat penting karena hampir semua sektor publik hingga swasta terkena imbas Corona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hal tersebut saat menjadi salah satu panelis dalam acara Toronto Centre Live Webinar dengan tema "Post COVID-19 Crisis: Implications for Financial Stability, Financial Inclusion, Gender Equality and International Development"

Baca Juga : Satreskrim Polsek Tembelang Berhasil Meringkus 3 Pencuri Isi Ruangan Di MTsN 16


"Krisis kali ini berbeda sekali karena kita harus melindungi manusia dan perekonomiannya sekaligus. Untuk membendung penyebaran virus, kita harus membatasi pergerakan manusia. Itu salah satu shock besar karena tidak pernah terjadi sebelumnya, jadi kita harus memikirkan dua sampai tiga langkah ke depan. Ini lah mengapa Pemerintah berperan sangat penting," kata Sri Mulyani seperti yang dikutip dari keterangan resmi Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Sri Mulyani menyebut pemerintah langsung merespon dengan cepat yaitu dengan melakukan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Sri Mulyani, pandemi COVID-19 ini memukul perekonomian masyarakat secara luas, termasuk rumah tangga dan pelaku usaha. Oleh karenanya perlindungan sosial, dukungan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sangat penting.

 

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini