Kamis, 4 Juni 2026

Pilwali Surabaya, Seakan Tidak Ngebet Rekom, Lia Pilih Komitmen Aksi Sosial

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Jumat, 19 Juni 2020 | 16:23 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Tahapan Pilkada baru diaktifkan kembali, Kontestasi para Calon pun mulai bergerak meskipun masih belum fight sepenuhnya.


Lia Istifhama salah satu calon di Pilwali Surabaya juga nampak masih disibukkan kegiatan sosialnya. Ditanya terkait kepastian rekomnya untuk maju dalam Pilwali Surabaya., Lia berujar sedang dalam proses. " Yang kenal saya pasti tahu, bahwa saya tidak pernah suka dengan orang yang ambisius dan opurtunis. Jadi saya juga ga mau dong punya sifat itu. Maka dari itu, kalau kita sedang proses, maka kita kembalikan makna proses itu awalnya apa," ujar Putri almarhum KH Masykur Hasyim yang akrab disebut dengan Ning Lia


Ditemui disela bakti sosialnya, Lia Istifhama yang dikenal sebagai aktivis Nahdliyyin dan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta tersebut, menjawab blak-blakan tentang kans rekom dia dalam pilkada serentak yang akan dihelat akhir tahun ini.


"Tujuan saya berproses adalah menjalani yang bersifat natural. Banyak orang yang bertanya mengapa tidak ngotot ndekatin elit partai maupun pejabat publik? Saya kalau sudah ditanya itu, selalu jawab simpel. Wes opo jare Gusti Allah SWT. Saya sampaikan bahwa proses ini kan berjalan bukan saya yang bikin skenario, melainkan Allah SWT. Orang kalau punya iman, yah harus itu yang diyakini. Saya gak pernah mengawali dengan koar-koar maju Pilwali lantas dekatin ini itu demi klaim dukungan. Melainkan ini murni suara relawan. Proses ini berawal dari kampanye Pilgub 2018. Ketika saya membangun hubungan dengan relawan Khofifah Emil, dari situlah mengalir doa dan dukungan dari relawan. Kemudian Alhamdulillah orang tua saya mensyukuri proses ini. Bahkan almarhum ayah saya kenal baik dengan beberapa relawan. Bagi saya, ini yang paling penting. Hubungan sosial di dalam sebuah proses", jawabnya.


Lia juga tidak menampik bahwa sebuah rekom harus turun dari tangan partai politik.


"Saya paham banget lah soal itu. Tapi saya merasa enjoy seperti ini. Tetap bisa giat sosial bersama relawan, itu sangat utama bagi saya. Persoalan rekom atau menjadi pejabat publik, bagi saya itu adalah sebuah bonus jika sudah garis Allah SWT. Jangan sampai jadi target. Karena kalau meleset, akhirnya sia-sia saja. Relawan paham banget pemikiran saya dan Alhamdulillah mereka nerima. Mereka tahu saya gak mau jadi ambisius hanya sebuah jabatan semata yang sifatnya sementara, tapi bagaimana kita ini tetap melekat di masyarakat dalam waktu yang lama. Dicintai, diterima, dipercaya masyarakat, itu paling penting yang harus jadi tujuan kita. Saya yakin, kalau orang mau menang dalam sebuah perhelatan kontestasi politik, yah harus memikirkan bagaimana sih, agar bisa menjadi figur yang dibutuhkan masyarakat? Mengakar di hati masyarakat itu penting", pungkasnya. (*)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini