Kami sangat kecewa dengan pernyataan pak Bupati kepada kami saat melakukan audiensi. Pak Bupati dengan nada tinggi mengatakan dihadapan kami "Tidak ada urusan saya dengan AKNIRA dan PSDKU USU".
Hal ini dibenarkan salah seorang mahasiswa AKNIRA, Yafita Gea didampingi mahasiswa/i lainnya saat diwawancarai oleh media nawacitapost, Senin (15/6/20) usai melakukan audiensi kedua kalinya.
Baca Juga : Walikota Gunungsitoli Himbau Warga Patuhi dan Laksanakan Protokol Kesehatan Pada Masa New Normal
Dijelaskan Yafita, sebelumnya kami melakukan audiensi di kantor DPRD Nias Utara, saat itu turut hadir Sekretaris Daerah Yafeti Nazara dan beberapa kepala OPD. Hasil audiensi saat itu, DPRD meminta kepada pihak pemerintah untuk menjalin kembali komunikasi kepada Universitas Sumatera Utara agar AKNIRA bisa menuju PSDKU USU, karna sebelumnya sudah hampir terjalin hubungan kerjasama antara pemerintah Kabupaten Nias Utara dengan USU, namun gagal setelah ada beberapa hal yang mungkin tidak menyimpulkan suatu kesepakatan, jelas Yafita.
-
Dilanjutkan, jelang beberapa bulan kemudian, kami menilai tidak ada wujud dari hasil pertemuan di DPRD, dan ditambah lagi informasi bahwa pada Tahun Ajaran penerimaan mahasiswa/i baru di AKNIRA ditiadakan, maka kami para mahasiswa/i AKNIRA sepakat menyurati Bupati M Ingati Nazara untuk melakukan audiensi dengan tujuan memastikan bagaimana nasib AKNIRA yang sudah dibangun oleh pimpinan Daerah sebelumnya, berlanjut atau tidak?
Baca Juga : Pemerintah Desa Sialang Godang Bagikan BLT-DD Tahap I
Audiensi pertama di kantor Bupati, kami lakukan pada hari Selasa (9/6/20) bersama puluhan teman-taman mahasiswa dan didampingi sebagian alumni mahasiswa AKNIRA.
Awalnya kami berharap ketika bertemu dengan pak Bupati, pasti ada solusi dan penjelasan bagaimana nasib AKNIRA kedepan. Namun sangat disayangkan saat kami meminta ke beliau untuk berdiskusi mengenai keberadaan AKNIRA saat ini.
Bupati dengan nada tinggi ia mengatakan "Tidak ada urusan saya di AKNIRA dan PSDKU USU ", terang Yafita meniru pernyataan Bupati. Dan pada audiensi kali ini, (Senin 15/6/20) terang Yafita, lagi-lagi menuai kekecewaan oleh karenanya kami menilai pernyataan Bupati kepada kami hanya sebatas memberi harapan palsu alias PHP. Dan perlu saya tegaskan, bahwa kami mahasiswa /i AKNIRA tidak putus asa, kami akan melakukan aksi agar Bupati memastikan AKNIRA bisa menuju PSDKU USU, tegas Yafita.
Ketika beberapa awak media wawancara dengan Bupati M Ingati Nazara, usai menerima mahasiswa /i AKNIRA yang audiensi, Senin (15/6/20)
Dihadapan awak media, Ingati menjelaskan bahwa terkait dengan kepedulian pemerintah terhadap AKNIRA selalu ada. Kita serius membangun AKNIRA, hal ini dapat dibuktikan pada tahun 2019, kita sudah membangun gedung sebagai salah satu syarat mendirikan AKNIRA, kemudian untuk tahun 2020 ini, kita akan melanjutkan pembangunannya, jelas Ingati.
Dilanjutkan, sebelum masa covid-19 ini, pemerintah bersama DPRD sudah menjalin hubungan kerjasama dengan pihak USU supaya AKNIRA bisa menuju PSDKU USU dengan membentuk tim, bahkan kita sudah melakukan audiensi kalau tidak salah pada Bulan Agustus 2019 lalu, dan bahkan rektor USU hadir pada saat itu. Tapi mengingat situasi saat ini masalah covid-19 sehingga sedikit agak terhenti, dan proses AKNIRA menuju PSDKU USU tidak semudah membalikkan sebelah tangan, tentunya butuh proses, jadi kita selalu eksis memperjuangkan AKNIRA walaupun nantinya AKNIRA ini diganti namanya sehingga bukan nama AKNIRA lagi, terang Ingati.
Sementara, ketika awak media nawacitapost konfirmasi dengan koordinator AKNIRA, Agusman Zebua via seluler Rabu (17/6/20). Agusman mengatakan bahwa penerimaan mahasiswa/i baru untuk tahun ini tidak ada.
Untuk sementara belum ada penerimaan mahasiswa /i baru, tegas Agusman. Kita masih melihat bagaimana perkembangan kedepan. Dilanjutkannya, jadi saat ini kita sedang berjuang untuk menjalin kerjasama dengan pihak USU, namun kita belum bisa follow up karna corona, sementara kerjasama dengan Universitas Payakumbuh masih ada, cuma pembiayaan sudah putus dari Dikti yang dititip di Payakumbuh, jawab Agusman.
Bung Zega