Kamis, 4 Juni 2026

Masa Reses Daring, DPRD Akui Ada Kendala

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Selasa, 16 Juni 2020 | 16:33 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Minggu ini 15 - 20 Juni 2020, konsentrasi anggota DPRD kota Surabaya terfokus pada kegiatan reses. Kita ketahui, Masa Reses adalah masa di mana DPR melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung DPR. Misalnya untuk melakukan kunjungan kerja, baik yang dilakukan anggota secara perseorangan maupun secara berkelompok.


Yang menarik, dalam upaya jaga jarak, reses kali ini diadakan dengan menggunakan media Daring (Dalam Jaringan) atau biasa disebut online. Hal ini menurut beberapa Dewan terkadang menjadi kendala di lapangan, khususnya bagi masyarakat yang minim pengetahuan tentang IT, sehingga beberapa dari mereka ada yang menunda 1 atau 2 hari untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Seperti yang dilakukan Hj. Luthfiah Ketua Komisi B dari Partai Gerindra. Reses kali ini dimanfaatkan untuk menjaring Aspirasi masyarakat di daerah Pacar Kembang, Semampir, Perak, Bronggalan dan Kedung Tarukan.







Pertemuan dengan menggunakan media Daring, Luthfiah mengaku ada beberapa kendala. " Tapi yang paling penting, hasil dari jaring aspirasi masyarakat bisa ditindak lanjuti dan terealisasi. Itu adalah perjuangan yang berat bagi anggota Dewan, karena keinginan kami apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa direalisasikan oleh Pemerintah," ujarnya melalui sambungan telpon. Selasa (16/06/20)

Ada beberapa keluhan yang cukup menarik untuk dipertajam yakni terkait perlakuan warga yang meninggal di masa Pandemi Covid seperti saat ini. Sesuai rekam Medis, warga meninggal bukan akibat Covid tetapi ditangani dan dikebumikan secara Covid. Disitu warga berharap Pemerintah segera membuat kebijakan terkait hal ini.

Selain itu warga juga berharap Pemerintah kota membantu secara penuh kebutuhan banyak Kampung Tangguh yang telah terbentuk karena bagaimanapun hal ini merupakan kewajiban Pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Corona Virus Disease 2019 atau biasa disebut Covid-19.

Dari banyak aspirasi yang dijaring ini nantinya akan segera ditindak lanjuti dan diteruskan kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam dua hari masa resesnya, Luthfiah mengaku ada beberapa kendala namun masih bisa diatasi, meski banyak masyarakat yang ingin mengikuti tapi tidak bisa masuk.

Namun, menurut Luthfiah, Ia lebih senang reses jaring aspirasi masyarakat dilakukan dengan pertemuan tatap muka karena terasa lebih dekat dengan masyarakat.

"Waktu tanya jawab bisa lebih lama. Kalau pakai daring atau teleconference ada beberapa yang terkendala teknis. Terkadang suara putus-putus sehingga kurang jelas. Selain itu warga juga banyak terkendala masalah internet karena tidak ada anggaran pulsa untuk masyarakat yang ikut daring," ujarnya.

Lanjut Luthfiah tidak semua masyarakat bisa ngezoom ato aplikasi sejenisnya. Jadi masih harus banyak sosialisai dan perlu pembelajaran.

" Saat ini adalah masa transisi menuju era New Normal yang akan banyak merubah kebiasaan masyarakat. Seperti sekarang merubah pertemuan darat menjadi pertemuan udara. Tapi menurut saya jadi kurang efektif dan lebih enak dengan pertemuan tatap muka supaya lebih dekat dengan masyarakat," pungkas Dewan Gerindra ini. (BNW)


Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini