Selasa, 9 Juni 2026

Beredar Video “Puskesmas Menjerit”, Pemkot Surabaya Pastikan Hoaks

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Minggu, 24 Mei 2020 | 16:30 WIB

Surabaya NAWACITAPOST – Jeritan karyawan Puskesmas dalam video "Puskesmas Menjerit" yang ditujukan kepada Risma Walikota Surabaya membuat gerah Pemkot Surabaya, pasalnya video yang diupload oleh akun info wa update berdurasi 4,37 menit dan terdapat tulisan “Puskesmas Menjerit” berisi keluhan ASN pegawai Puskesmas karena tugas yang begitu berat dengan adanya Pandemi Covid sekaligus ketakutan ancaman dari Dinas Kesehatan.


Dalam video viral yang berlatar belakang pohon pepaya tersebut diawal mengklarifikasi jam kerja petugas Puskesmas, " Tidak benar kalau ada yang mengatakan Petugas di Puskesmas sehari masuk, sehari tidak masuk, bahkan hari liburpun juga piket masuk. Di Puskesmas tugas kami berat, pelayanan pagi, pelayanan sore. Mengerjakan tugas-tugas program kesehatan, tugas TGC, tugas P3K," ujar laki-laki di video tersebut.


Disaat Pandemi Covid ini, laki-laki tersebut juga menjelaskan bahwa petugas juga menjalankan tugas pemeriksaan pasien OPD, PDP dan Confirm Covid di masyarakat. Dan masih ada pembagian Wedang Pokak dan Telur (sesuai program Pemkot Surabaya). Juga saat ini ada tugas tambahan yaitu memeriksa pasien Confirm di Asrama Haji.


Jujur, laki-laki tersebut merasa keberatan sekaligus mempertanyakan mengapa Pemkot tidak memperkerjakan Relawan seperti yang dilakukan Pemprov Jatim dan DKI, karena menurutnya PAD Surabaya adalah terbesar kedua di Indonesia dan harusnya mampu membayar Relawan.


Ia menyadari tak mampu menolak tugas tersebut dikarenakan takut ancaman 'MUTASI'  dari Dinkes. " Kalau PNS dimutasi, kalau kontrak Dipecat," ujar dalam video Youtube yang diupload tanggal 22 Mei 2020 dan sudah ditonton 170 X tersebut.


Dalam video tersebut laki-laki itu juga menanyakan terkait kelengkapan di Asrama haji, baik dalam kelengkapan APD, prosedur Pelayanan, dan prosedur pencegahan infeksinya sebab dirinya menyatakan tidak mau tertular dan menularkan kepada keluarga.


Ia mengaku sedih dan berharap pada Risma tanpa lewat Dinas karena banyak terjadi setelah protes langsung di Mutasi. " Kalau perlu dibuat layanan "Centre Bu Risma" tentang keluhan pejabat-pejabat disekitar Ibu. Biar Ibu tau bagaimana 'Diktaktor'nya pejabat Ibu," pungkasnya dalam video tersebut.


Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M Fikser memastikan bahwa video yang beredar di media sosial itu tidak benar alias hoaks, karena suara laki-laki yang terdapat dalam video tidak jelas dari puskesmas mana yang dimaksud.


“Video yang beredar itu adalah hoaks. Sebab kita selama ini juga terbuka. Apalagi, di setiap puskesmas itu sudah semua dilengkapi dengan APD (alat pelindung diri),” ujarnya, Sabtu (23 Mei 2020)


Ia melanjutkan video tersebut bisa dikatakan aneh dan tidak benar karena pada prinsipnya Pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) selalu terbuka atas masukan pegawainya. Baik yang berstatus tenaga kontrak sampai dengan pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu Pemkot juga selalu memperhatikan kesehatan para tenaga kerjanya.


“Untuk personel yang bekerja di lapangan kami sangat memperhatikan tentang kondisi dan kesehatannya, baik jam istirahat dan lain-lain. Makanya kami minta kalau memang ada sesuatu bisa langsung konfirmasi ke kami. Pemkot Surabaya pasti memperhatikan itu,” tandasnya.


Pada video tersebut juga disinggung terkait jam kerja yang berlaku di Puskesmas. Fikser juga mempertanyakan alasan suara dalam video tersebut mempermasalahkan jadwal kerja. Seharusnya bila ada tenaga kerja yang merasa keberatan dengan jadwal bisa menunjukan identitas. Serta langsung mengkomunikasikannya secara langsung kepada pihak yang bersangkutan.


“Tapi kalau kesannya seperti begini kan kami melihat dia tidak gentleman. Mungkin dia tujuannya hanya ingin menyebarkan hoax atau informasi tidak benar,” pungkasnya. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini