Surabaya NAWACITAPOST - Mendengar keluhan warga adalah tugas yang akan diemban saat Machfud Arifin bacawali kota Surabaya terpilih nanti.
Apalagi di saat seperti sekarang ini , dapat dipastikan dampak Pandemi Virus Corona begitu luas hingga ke semua lapisan masyarakat. Yang paling berdampak adalah sektor sosial ekonomi.
Kemarin Senin (18/05/20), MA panggilan Machfud Arifin menerima beberapa perwakilan dari Organisasi Pengusaha Angkutan Pariwisata (Orpawi) Jatim di kedimannya jl.WR Supratman-Surabaya.
Dalam kunjungannya, perwakilan para pengusaha angkutan, sopir dan kernet ini mengeluhkan kondisi yang dialaminya saat ini.
Dalam hal ini, Ketua umum ORPAWI mengungkapkan kegelisahannya karena kurang perhatian dari Pemerintah.
"Pemerintah harus lebih perhatian terhadap pengusaha-pengusaha kecil. Diawalnya bagus, tapi dilapangan kita dilupakan," ujarnya.
Semoga kedepan segala kebijakan juga berpihak pada pengusaha kecil.
" Saya melihat ada diskrimasi, contoh saja. Mulai Februari sudah tidak bisa jalan namun angkutan yang berbasis online masih bisa," kata Hariadi.
Menanggapi hal ini, menurut MA tentunya Pemerintah berkewajiban untuk menata dan mengatur dari pada kehidupan bermasyarakat, termasuk pelaku usaha atau pekerja," ujar Machfud Arifin.
Mantan Kapolda Jatim ini juga melihat kecenderungan masyarakat di Kota Pahlawan ini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum.
" Yang butuh transortasi massal mungkin cuma 10% dari penduduk Surabaya," katanya.
ke depan yang dibutuhkan transportasi umum adalah yang bersih, layak, aman dan nyaman bagi penumpang.
Ke depan, menurutnya harus ditata lebih baik lagi dan diperbanyak (angkutan umum), untuk mengurangi kendaraan pribadi. Sepanjang kendaraan itu nyaman dan aman, warga mau, ujar Calon Wali Kota Surabaya yang diusung koalisi partai PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem dan Partai Golkar ini.
Machfud Arifin menceritakan jika di luar Jawa seperti di Ambon, kekuatan kendaraan angkutan umum untuk dapat dilirik masyarakat berpromosi dengan musik.
"Tapi kalau kita (Surabaya) kan nggak zamannya lagi (angkot full musik). Di tengah kota ya paling tidak harus pakai AC, rapi dan dikompetisikan, penumpang nyaman, aman. Ojok seng karaten (jangan yang berkarat), meragukan penumpang. Jadi harus ditata sehingga masyarakat berbondong-bondong naik kendaraan umum," terangnya.
Kepada para pengusaha trasportasi dirinya juga berharap untuk ikut membenahi angkutan umumnya.
"Supaya Suroboyo lebih rapi. Kalau rapi, aman, nyaman dan sopir serta kernet dilatih, masyarakat akan kembali naik angkutan umum," jelasnya.
Dalam acara tersebut, para sopir bus kendaraan umum ini juga mendapatkan bantuan berupa sembako, masker dan hand sanitizer.
"Pandemi Covid-19 ini juga berdampak pada sopir. Kita dengar ini kita peduli, berbagi kasih, berbagi rasa sayang kepada warga Suroboyo," pungkas Machfud Arifin di sela giatnya. (BNW)
Editor: Admin 1
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB