Aksi Parlemen Jalanan LPM: Puluhan aktivis dari Lingkar Pemuda Merah (LPM) Lampung menggedor gerbang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Mereka mendesak Kejati mengambil alih kasus ini karena penanganan di tingkat Kejari dinilai lambat dan rawan dipetieskan.
Menanti Keberanian Wakil Rakyat
Kini, bola panas berada di tangan Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran. Rakyat Pesawaran tidak butuh retorika politik atau alasan birokratis. Publik menuntut tindakan nyata:
-
Segera panggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Anca Martha Utama untuk memberikan klarifikasi terbuka.
-
Dorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aliran dana proyek laptop gaib ini tanpa pandang bulu.
Apakah Komisi IV DPRD Pesawaran di bawah kepemimpinan Naldi Rinara akan bangkit menunjukkan taringnya sebagai pembela hak-hak rakyat? Ataukah mereka akan terus bungkam, membiarkan uang rakyat menguap, dan mencatatkan diri dalam sejarah sebagai lembaga pengawas yang gagal menjalankan fungsinya?
Rakyat Pesawaran mencatat, dan sejarah sedang mengawasi.(AMRULLOH)
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Mengaku Tak Tahu
Publik Tantang Bea Cukai Batam Serbu Gurita Rokok Ilegal dan Pelabuhan Jalur Tikus!
Gebrakan Dari Nias: DPD HIMNI Sumut Kawal Langkah Berani Gubernur Berkantor di Pulau Impian!
Akankah Ancha Menyusul? Misteri Laptop Libera Senilai Rp5 Miliar yang Siap Menyeret Kadis Pendidikan Pesawaran
BREAKING NEWS: Modus Liburan Berujung Buron! Petaka ‘Turis Ilegal’ di Myeongdong, Satu Travel Terancam Ratusan Juta