NAWACITAPOST.COM — Publik Kabupaten Pesawaran, Lampung, kembali dihentak oleh mega-skandal yang mengoyak rasa keadilan. Dugaan penyelewengan anggaran pengadaan laptop di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat kini menggelinding panas bak bola liar. Di tengah riuh tuntutan keadilan, mata publik kini tertuju lurus pada Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran yang dinilai mandul dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Bagaimana tidak? Proyek pengadaan laptop merek Libera yang menelan anggaran fantastis ini menyisakan aroma korupsi yang menyengat, sementara lembaga legislatif yang seharusnya menjadi benteng pertahanan uang rakyat dituding memilih "cuci tangan".
Matematika Janggal di Balik Laptop "Libera"
Berdasarkan data yang dihimpun, pengadaan yang dianggarkan melalui APBD tahun 2021 dan 2022 ini menargetkan 200 unit laptop dengan harga yang tidak masuk akal: Rp25 juta per unit. Dengan kalkulasi tersebut, kas daerah terkuras hingga Rp5 Miliar (bahkan disebut-sebut mengarah pada pusaran kontroversi hingga angka Rp25 Miliar).
Berikut adalah kejanggalan yang berhasil dibongkar ke permukaan:
-
Spesifikasi vs Harga Pasar: Laptop merek Libera tersebut hanya dibekali prosesor Intel Core i7 generasi ke-12, RAM 16GB, dan penyimpanan 500GB. Di pasar bebas, laptop dengan spesifikasi serupa dari merek global ternama hanya dibanderol berkisar Rp13 juta hingga Rp18 juta. Ada selisih harga mencolok yang diduga kuat sebagai mark-up.
-
Fisik Barang yang "Gaib": Ironi terbesar dari proyek miliaran ini adalah wujud fisiknya yang misterius. Sejumlah kepala sekolah di Pesawaran blak-blakan mengaku tidak pernah melihat, apalagi menerima laptop merek Libera tersebut.
Komisi IV DPRD Pesawaran: Pengawas Rakyat atau Sekadar Penonton?
Di tengah badai tuntutan klarifikasi, sikap yang ditunjukkan oleh Muhammad Rinaldi Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, justru memantik api kegeraman publik. Saat dikonfirmasi mengenai polemik ini, Naldi melontarkan pembelaan yang dinilai menggelitik sekaligus tidak bertanggung jawab.
"Saya belum jadi anggota DPRD pada tahun terjadinya pengadaan tersebut (2022)," kata Rinaldi Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: BREAKING NEWS: Nakhoda Baru DPD AWPI DKI Jakarta Resmi Dilantik Lewat Musdalub Jilid III!
Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras. Publik menilai dalih "belum menjabat" menunjukkan ketidakpahaman atas esensi pengawasan legislatif. Sebagai Komisi IV DPRD yang membidangi sektor pendidikan, tanggung jawab mengawasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—termasuk Disdikbud—adalah mandat institusional yang melekat, bukan personal.
Masyarakat mempertanyakan: apakah taji pengawasan Komisi IV DPRD Pesawaran hanya berlaku untuk program di masa jabatan mereka saja? Ataukah mereka memang enggan mengusut tuntas dosa anggaran masa lalu demi menjaga "kenyamanan" politik?
Gelombang Perlawanan Rakyat: Kasus Dibawa ke Ranah Hukum
Sikap pasif dari parlemen membuat elemen masyarakat mengambil langkah konkret. Kasus ini kini tidak lagi sekadar menjadi rasan-rasan di warung kopi:
-
Laporan Resmi LSM Garda: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda telah resmi menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran.
Artikel Selanjutnya
Kopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Mengaku Tak Tahu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Tags
Terkini
Ironi Bansos Pekalongan: Pasangan Lansia Buta Huruf Dituduh Main Judi Online
Senin, 31 Agustus 2026 | 14:48 WIB Viral Jukir Liar Ditembak Orang Tak Dikenal di Palu, Polisi Gelar Penyelidikan
Senin, 31 Agustus 2026 | 11:22 WIB Tuntas Rapi dan Apik, Proyek Drainase Bebaskan RW 24 Kayuringin Jaya dari Banjir Akut
Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:04 WIB Biak Numfor Terbakar: Asap Pekat Karhutla Mencekik Warga dan Melumpuhkan Sekolah
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:43 WIB Telisik Skandal Tipu-tipu di Kerajaan Bisnis Ruben Onsu: Rugi Rp3,5 Miliar!
Senin, 24 Agustus 2026 | 10:35 WIB Bea Cukai KPU Batam Hantam Peredaran Puluhan Ribu Rokok Ilegal
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:28 WIB Jeritan Korban Banjir dan Aksi Damai Mahasiswa dengan Elemen Masyarakat Menagih Keadilan
Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:33 WIB Terkuak! Ini Deretan Alasan Utama SiLPA 2025 Kapuas Hulu Membengkak Drastis
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:11 WIB Setelah Terhenti dan Memicu Pertanyaan, Proyek Imigrasi Putussibau Rp21 Miliar Dilanjutkan!
Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:28 WIB DPRD Padangsidimpuan Boyong Rapat ke Medan, Hamburkan Anggaran Mewah Dijauhi Pengawasan
Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:27 WIB Skandal Lahan: Hutan Lindung Rasau Jaya Menerbitkan SHM, BPN Kubu Raya Bungkam!
Senin, 3 Agustus 2026 | 19:43 WIB Wali Kota Bekasi Sapu Bersih 80 Bangunan Liar Penyebab Banjir Limbah Pejuang!
Senin, 3 Agustus 2026 | 19:00 WIB Heboh Demo SMAN 1 Solok Selatan: Dugaan Pelecehan hingga Pesan Chat Oknum Guru Tersebar!
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:14 WIB Geger! Viral Adegan Tak Senonoh di Videotron Tugu Naruto Kalbar Diduga Diretas Hacker
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:42 WIB Status UHC Kapuas Hulu Copot! Kepesertaan BPJS Minim, Pasien Masih Beli Obat
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:40 WIB Arogansi Pejabat Pemko Sibolga Dikecam, Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Demonstrasi Panas
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:09 WIB Bungkam Ratusan Miliar Bantuan Banjir, Ketua DPRD Padangsidimpuan Didesak Warga Diseret KPK
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:18 WIB Geger Kasus Pencabulan Siswa SD di Tanjungbalai, Suami Oknum Guru Ditetapkan Tersangka!
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:32 WIB Wartawan Nawacita Diduga Dijadikan Bola Pingpong DPRD Padangsidimpuan!
Jumat, 24 Juli 2026 | 13:23 WIB Nama Gus Miftah Terseret Pusaran Kasus Korupsi DJKA, Sang Pendakwah Angkat Bicara dengan Menohok!
Senin, 20 Juli 2026 | 10:33 WIB
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Mengaku Tak Tahu
Publik Tantang Bea Cukai Batam Serbu Gurita Rokok Ilegal dan Pelabuhan Jalur Tikus!
Gebrakan Dari Nias: DPD HIMNI Sumut Kawal Langkah Berani Gubernur Berkantor di Pulau Impian!
Akankah Ancha Menyusul? Misteri Laptop Libera Senilai Rp5 Miliar yang Siap Menyeret Kadis Pendidikan Pesawaran
BREAKING NEWS: Modus Liburan Berujung Buron! Petaka ‘Turis Ilegal’ di Myeongdong, Satu Travel Terancam Ratusan Juta