Kamis, 4 Juni 2026

Muhadjir Effendy, Berawal Penulis dan Wartawan Hantarkan Jadi Menteri

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Kamis, 14 Mei 2020 | 15:24 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., seorang yang terlahir di Madiun, Jawa Timur, 29 Juli 1956. Biasa dipanggil Muhadjir. Merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. Muhadjir menempuh pendidikan sarjana muda di IAIN Malang. Kemudian meraih gelar sarjana di IKIP Negeri Malang (kini menjadi Universitas Negeri Malang/UNM). Lalu, menempuh pendidikan pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan gelar Magister Administrasi Publik (MAP) pada tahun 1996.

Foto : Menko PMK, Muhadjir Effendy dan Mendikbud, Nadiem Makarim

Kemudian pada 2008, Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 3 bidang Sosiologi Militer di Program Doktor Universitas Airlangga. Selain itu, dia juga beberapa kali mengikuti kursus di luar negeri. Diantaranya di National Defence University, Washington, D.C. pada tahun 1993 dan di Victoria University, British Columbia, Kanada pada tahun 1991. Muhadjir pun sudah tercatat sebagai Guru Besar Sosiologi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dirinya juga menjadi pengajar di Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang pada bidang Sosiologi.

-
Foto : Menko PMK, Muhadjir Effendy saat masih menjabat Mendikbud

Muhadjir dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK). Tepatnya sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi -Ma'ruf Amin. Dia juga pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI). Yaitu pada Kabinet Kerja Jokowi - Jusuf Kalla yang menjabat sejak 27 Juli 2016 menggantikan Anies Baswedan. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Bahkan, bisa mencapai tiga periode yaitu tahun 2000–2016.

-
Foto : Menko PMK, Muhadjir Effendy saat berpidato

Sisi lainnya, Muhadjir adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Sejak 2015, Muhadjir menjadi Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015 sampai 2020. Muhadjir pernah mendapatkan tanda jasa yaitu Satayalencana Karya Satya XX pada 2010. Luar biasanya, dia menduduki jabatan sebagai rektor di UMM sebanyak tiga kali. Muhadjir menjabat sebagai rektor pada periode 2000–2004, 2004–2008 dan periode 2008–Februari 2016.

-
Foto : Kabinet Indonesia Maju

Namun, ada yang tak disangka. Ternyata dulunya adalah seorang wartawan dan penulis. Pasalnya untuk menuangkan ide dan hobi menulisnya. Sejumlah buku sudah selesai ditulisnya. Diantaranya Bala Dewa, Seperti Menyaksikan Dahlan Muda dan juga Muhammadiyah dan Pendidikan di Indonesia. Semasa muda, Muhadjir pun aktif sebagai wartawan kampus. Lama kelamaan mendirikan sendiri surat kabar kampus UMM, BESTARI pada 1986. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Malang Raya. Dia pun menyibukkan diri menjadi penulis artikel lepas di beberapa media massa nasional. Tatkala kemudian seiring waktu, mampu menghantarkannya menjadi Menteri. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini