Kamis, 4 Juni 2026

PSBB Surabaya Jilid II, Fraksi Golkar : Pemkot Harus Lebih Serius

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Selasa, 12 Mei 2020 | 02:14 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni menilai Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya masih setengah hati menjalankannya. Sehingga akhirnya yang didapat adalah kerugian ekonomi. Tapi tujuan PSBB-nya dalam mendisiplinkan masyarakat agar sebaran Covid ini bisa diantisipasi, tidak tercapai.


Oleh sebab itu menurutnya, mudah-mudahan ini yang terakhir dan Pemkot Surabaya lebih serius sehingga tujuan PSBB bisa tercapai kemudian baru difikirkan dampak ekonominya.


Kalau bisa, ujar Fahoni, di PSBB jilid II ini Pemkot dapat menjadikan kantor kecamatan sebagai markas operasi bersama tiga pilar.


" Libatkan TNI-POLRI dalam rangka memberikan edukasi dan penindakan kepada warga yang masih tidak menjalankan Physical Distancing," ujar anggota komisi B ini di Gedung DPRD Surabaya. Senin (11/05/20)


Namun Fathoni juga berharap, semua bantuan dari Pemkot dapat didistribusikan sehingga resistansi dari masyarakat ketika PSBB diterapkan tidak terlalu signifikan.


Lanjutnya, Bansos (dari Pemkot) sudah mulai diturunkan tapi masih menimbulkan kekisruhan di masyarakat. " Ada warga yang secara ekonomi mampu tapi terdaftar sebagai penerima. Disisi yang lain, ada warga yang bener-bener membutuhkan tetapi tidak terdaftar sebagai penerima bansos ".


Dalam hal ini Fathoni berharap Pemerintah kota dapat menugaskan kepada Lurah-lurah untuk mengajak bicara RT-RW membangun kearifan lokal setempat. Contohnya, manakala ada warga yang secara ekonomi mampu tapi terdaftar sebagai penerima Bansos, sebaiknya bantuan itu diterima lalu diberikan kepada tetangga kanan-kiri yang memang bener-bener membutuhkan. Karena tidak bisa bantuan dari Pemerintah itu tiba-tiba dicoret dan digantikan yang lain.


Maka menurutnya, daripada menunggu proses pemutakhiran data yang membutuhkan waktu sehingga bantuan tidak segera terserap sebaiknya ditumbuhkan kearifan lokal. Dengan begitu tujuan pemberian social safety net terhadap warga terdampak Covid dapat tercapai.


Terakhir Fathoni kembali menegaskan di PSBB jilid II ini Pemerintah kota Surabaya diharapkan lebih serius lagi, sehingga penyebaran mata rantai Covid bisa diantisipasi dan pasca penerapan PSBB jilid II tidak terdengar lagi ada yang positif.


" Yang sakit diobati, yang sembuh tidak terinfeksi. Baru kemudian ekonomi kita pulihkan kembali. Jangan berharap kedua-duanya, menyelamatkan nyawa dan menyelamatkan ekonomi," tegasnya.


Karena menurut Fathoni, biasanya yang berharap keduanya tidak akan dapat keduanya. " Hari ini pilihannya cuma satu, yaitu pilihlah penyelamatan nyawa manusianya sehingga Pemkot dapat lebih serius lagi dalam menerapkan PSBB. Soal ekonomi bisa dibangun kembali manakala nyawa ini terselamatkan," pungkas Fathoni. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini