1. Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan: Kantor Kosong Bak Tak Berpenghuni
Titik awal aksi dimulai di Dinas Pendidikan. Alih-alih mendapatkan transparansi, massa justru disambut ruang pelayanan yang sepi senyap. Tidak ada satu pun pejabat atau kepala bidang yang berani menampakkan batang hidungnya demi memberi penjelasan.
2. Inspektorat Daerah: Jawaban Berputar-putar Tanpa Data
Massa kemudian merangsek ke kantor Inspektorat Daerah selaku benteng pengawas anggaran. Saat dicecar wartawan mengenai dokumen pencairan dan laporan pertanggungjawaban, pihak Inspektorat justru memberikan jawaban yang berbelit-belit dan sarat akan kebingungan.
Baca Juga: Benang Kusut Birokrasi Tapteng: Hak ASN Tersandera, Ego Antar OPD Saling Silang!
"Jika semuanya berjalan benar, seharusnya mereka bisa dengan mudah menunjukkan data. Karena tidak bisa menjelaskan secara rinci, justru dugaan kami makin menguat. Ada sesuatu yang disembunyikan!" tegas Ahmadi, perwakilan masyarakat.
3. Kantor Walikota: Gerbang Tertutup dan Penjagaan Ketat
Puncak kekecewaan terjadi di halaman Kantor Walikota Padangsidimpuan. Alih-alih ditemui oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Sang Walikota, masyarakat justru dihadang oleh barikade aparat keamanan. Pimpinan tertinggi daerah memilih bungkam di balik dinding kekuasaan.
Menanti Akhir dari Kabut Misteri Anggaran
Sampai massa membubarkan diri dengan tertib, Pemerintah Kota Padangsidimpuan kompak mengunci mulut. Tidak ada satu pun klarifikasi tertulis maupun pernyataan sikap resmi yang dikeluarkan.
Sikap menghindar secara berjamaah ini justru menjadi bahan bakar yang memperluas sorotan publik. Kini, mata seluruh masyarakat tertuju pada Padangsidimpuan, menanti keberanian aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas: Apakah dana masa depan anak-anak bangsa ini memang sengaja ditelan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab?(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Sandiwara Anggaran di Balik Sunyinya Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Picu Mahasiswa Lakukan Aksi Damai
Dua Dunia Padangsidimpuan: Dokumen Dihias WTP, Realitas Rakyat Dikuras!
Skandal Batas Gaib: Warga Setor Pajak ke Padangsidimpuan, Tapi Hak Dilempar ke Tapanuli Selatan!
Sengkarut Lahan Tol Rp50 Miliar: Soni Laberta Tabuh Genderang Perang, Tantang Bupati Tanggamus Buka Bukti!
Momentum Bersejarah Di Kubu Raya: Cendekiawan Dayak Bersumpah Rebut Peran Utama Pembangunan