NAWACITAPOST.COM — Jerit pilu dunia pendidikan kembali terkoyak di tanah Sumatera. Ruang kelas yang sejatinya menjadi tempat menyemai mimpi dan mencerdaskan kehidupan bangsa, justru berubah wujud bak neraka dunia bagi para siswa.
Sebuah ironi besar mengguncang Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, ketika puluhan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Nusantara menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di tiga titik krusial pemerintahan. Mereka membawa satu satu tuntutan: Membongkar misteri ke mana mengalirnya dana bantuan pascabencana yang diduga kuat telah menguap.
Sekolah atau Kandang Hewan? Potret Miris Pendidikan di Pinggiran
Fakta di lapangan menunjukkan pemandangan yang menyayat hati. SD Negeri 200508 Kelas Jauh Sibulutolang, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, kini kondisinya hancur lebur dan tak layak disebut sebagai fasilitas pendidikan.
Baca Juga: Sengkarut 329 Hektar Lahan PTPN 7, Massa Geruduk BPN Pesawaran!
"Atapnya banyak yang bolong, sehingga saat hujan turun airnya masuk membasahi seluruh ruang kelas. Dindingnya sudah retak merambat di banyak sisi, ada bagian yang terlihat akan rubuh sewaktu-waktu... bangunan ini tidak pantas disebut sebagai sekolah, lebih mirip tempat memelihara hewan," kata Jojo Simanjuntak, Koordinator Lapangan.
Puing-puing sekolah yang menyerupai "kandang kambing" ini harus dihadapi anak-anak setiap hari, mempertaruhkan nyawa mereka di bawah ancaman atap yang siap roboh kapan saja demi sebuah literasi.
Aliran Dana Misterius: Ke Mana Uang Rakyat Berlabuh?
Tragedi ini terasa kian janggal mengingat pascabencana banjir bandang tahun 2025 lalu, kucuran dana bantuan mengalir deras dari berbagai lini pusat ke daerah ini. Tercatat, anggaran pertolongan yang seharusnya menghidupkan kembali sekolah tersebut meliputi:
-
Dana Bantuan Korban Bencana Banjir Bandang 2025
-
Dana Bantuan Langsung dari Presiden RI
-
Bantuan Sosial Kementerian Sosial RI
-
Bantuan Pemulihan Pascabencana dari BPBD Pusat
"Semua dana itu tujuannya jelas, untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak. Tapi kenyataannya sampai hari ini, kondisi sekolah tidak berubah sedikit pun. Ini memunculkan dugaan yang sangat kuat, ke mana sebenarnya aliran dana itu? Apakah ada yang menyimpangkannya untuk kepentingan pribadi?" cecar Jojo penuh emosi.
Drama Aksi: Barikade Bungkam dan Pejabat yang "Lari" dari Kenyataan
Dugaan penyelewengan ini kian mengental seiring dengan sikap para pemangku kebijakan yang terkesan main kucing-kucingan dengan rakyat.
Artikel Selanjutnya
Sandiwara Anggaran di Balik Sunyinya Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Picu Mahasiswa Lakukan Aksi Damai
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Sandiwara Anggaran di Balik Sunyinya Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Picu Mahasiswa Lakukan Aksi Damai
Dua Dunia Padangsidimpuan: Dokumen Dihias WTP, Realitas Rakyat Dikuras!
Skandal Batas Gaib: Warga Setor Pajak ke Padangsidimpuan, Tapi Hak Dilempar ke Tapanuli Selatan!
Sengkarut Lahan Tol Rp50 Miliar: Soni Laberta Tabuh Genderang Perang, Tantang Bupati Tanggamus Buka Bukti!
Momentum Bersejarah Di Kubu Raya: Cendekiawan Dayak Bersumpah Rebut Peran Utama Pembangunan