Ia menuntut penegak hukum (KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian) segera turun tangan untuk melakukan audit investigasi total dari hulu ke hilir. Aliran uang harus dilacak dari rekening pusat hingga ke dompet para korban.
Ultimatum Terakhir: Hak Rakyat Bukan Rezeki Oknum!
Menutup keterangannya, sang aktivis memberikan peringatan keras yang menggelegar bagi seluruh pejabat yang terlibat dalam lingkaran hitam ini. Dana bencana bukanlah anggaran proyek biasa yang bisa dikomersialkan, melainkan uang darah untuk menyambung nyawa manusia.
"Setiap rupiah yang hilang berarti mencuri kesempatan warga untuk memiliki tempat tinggal layak, mencuri hak anak-anak untuk tumbuh aman, dan mencuri kepercayaan rakyat kepada negara. Jika aparat penegak hukum diam saja, maka masyarakat yang akhirnya akan turun tangan sendiri mengungkap kebenaran ini," pungkas Rajesh.
Baca Juga: Lampung Amsyong Ratusan Miliar, Kereta Batu Bara KAI Dikritik Tajam!
Gunung es itu kini mulai retak di Padangsidimpuan. Akankah hukum berani menyeret para penikmat uang bencana ini ke balik jeruji besi, ataukah skandal ratusan miliar ini akan kembali terkubur di bawah tumpukan kertas verifikasi? Kita kawal bersama.(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Batam Dikepung Air: Alam Menjerit, Warga Tuding Proyek Reklamasi Jadi Biang Kerok!
Mengguncang Jakarta, Ratusan Warga Tengki Seribu Batam "Ketuk" Pintu Menteri HAM
Skandal Mbg Merambat Ke Lampung: Gurita Korupsi Pusat Menular, GPB Desak Kejagung Geledah 1.200 Dapur!
Gebrakan Global! Universitas Esa Unggul x Arizona State University Cetak Talenta Masa Depan Lewat Kampus Baru
Sentuhan Kasih dan Kolaborasi Hebat, Pelepasan Siswa TK Tarakanita Solo Baru Berlangsung Meriah!