Kamis, 11 Juni 2026

Lampung "Amsyong" Ratusan Miliar, Kereta Batu Bara KAI Dikritik Tajam!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 11 Juni 2026 | 08:50 WIB
  • TJSL Transparan: Susun program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL/CSR) yang konkret, terukur, dan berkelanjutan—bukan sekadar formalitas.

  • "Jangan sampai Lampung hanya dijadikan jalur peras keuntungan bisnis, sementara masyarakatnya dibiarkan sekarat menanggung macet dan miskin karena kerugian ekonomi!" tegas Dendi berapi-api.

    Baca Juga: Kalbar dalam Pusaran Tanya: Menanti Nyali Penegak Hukum di Tengah 'Kemesraan' dan Kasus Korupsi yang Mandek

    Langkah Selanjutnya: Menggedor Pintu Kekuasaan

    Dendi memastikan gerakan ini tidak akan berhenti di atas kertas. GPB siap bergerak menggedor pintu kekuasaan dengan menggelar audiensi langsung ke Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, DPRD Provinsi Lampung, hingga kepala daerah tingkat kabupaten/kota.

    "Kami akan datangi para pemangku kebijakan. Hak masyarakat Lampung harus diperjuangkan. Manfaat pembangunan harus dibagi secara adil, bukan dibawa lari ke pusat," pungkasnya retoris.

    Hingga berita ini diturunkan, pimpinan PT KAI Divisi Regional Lampung masih bungkam dan belum memberikan konfirmasi resmi terkait tuntutan serta data kerugian yang dibeberkan oleh GPB.(AMRULLOH)

    Halaman:

    Editor: Tiarsin

    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

    Tags

    Artikel Terkait

    Terkini