NAWACITAPOST.COM — Di balik gemuruh roda besi yang membawa jutaan ton batu bara melintasi Bumi Ruwa Jurai, tersimpan jeritan ekonomi masyarakat yang membisu. PT Kereta Api Indonesia (KAI) dituding mengeruk keuntungan fantastis triliunan rupiah, sementara warga Lampung hanya kebagian "ampas" berupa kemacetan horor dan kerugian ekonomi yang ditaksir menembus angka ratusan miliar rupiah per tahun.
Gerakan Pemuda Berkarya (GPB) membongkar ironi ini ke permukaan. Mereka menilai, kontribusi KAI terhadap pembangunan Lampung jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan beban sosial-ekonomi yang harus dipikul masyarakat setiap hari.
Baca Juga: Bekasi Bangkit! Plh Walkot Harris Bobihoe Dobrak Masalah Sampah, Larang Wisuda Mewah, hingga Ancam Babat Habis Oknum SPMB!"Lampung selama ini hanya dijadikan keset dan jalur lintasan gerbong emas hitam menuju Pelabuhan Tarahan, tanpa ada kontribusi pembangunan yang berarti," cetus Dendi Albar Ketua Umum GPB, pada Senin (8/6/2026).
Gurita Bisnis Rp11,4 Triliun vs "Horor" 228 Perlintasan
Bukan rahasia lagi, angkutan batu bara adalah tambang uang utama bagi bisnis logistik KAI. Pada tahun 2024 saja, pendapatan KAI dari sektor ini diperkirakan meroket hingga Rp11,4 triliun. Namun, di balik angka korporasi yang berkilau itu, ada fakta pahit di lapangan:
-
228 Perlintasan Kereta Api mengepung wilayah Lampung (211 perlintasan sebidang, 17 tidak sebidang).
-
50 hingga 55 Kali Perjalanan kereta batu bara memotong jalur nadi kota setiap harinya pada koridor Bandar Lampung–Tarahan.
Dampaknya? Efek domino yang mematikan. Kemacetan mengular tanpa jeda, bahan bakar minyak (BBM) terbuang sia-sia di jalan, aktivitas ekonomi lumpuh sesaat, dan nyawa masyarakat terus dipertaruhkan di perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.
Simulasi Ngeri: Bakar Duit Rp10 Juta Sehari Cuma dari Motor!
GPB melakukan simulasi matematis yang mengejutkan terkait kerugian riil masyarakat di lima titik perlintasan utama Kota Bandar Lampung:
- Volume Kendaraan: 100 sepeda motor tertahan selama 10 menit per penutupan
- BBM Terbuang (Pertalite): Kurang lebih 1.000 liter per hari
- Kerugian Motor/Hari: Rp10.000.000
- Kerugian Motor / Tahun: Sekitar Rp3,65 Miliar
Ingat, itu baru hitungan kasar dari sepeda motor!
Jika variabel kerugian dari kendaraan roda empat, truk angkutan barang, hilangnya waktu produktif warga, hingga penurunan omzet bisnis akibat keterlambatan diakumulasikan, angkanya melonjak drastis. Masyarakat Lampung diperkirakan merugi puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun akibat operasional kereta logistik ini.
Genderang Perang GPB: Tuntut Underpass atau Lawan!
Emgah dengan kondisi yang menjerat daerahnya, GPB melayangkan Empat Tuntutan Harga Mati kepada PT KAI:
-
Revolusi Infrastruktur: Wajib membangun underpass atau flyover di setiap titik perlintasan padat lalu lintas.
-
Keadilan Daerah: Tingkatkan kontribusi pembangunan daerah secara nyata melalui infrastruktur publik dan jaminan keselamatan perlintasan.
-
Pemberdayaan Lokal: Berikan kuota pendidikan vokasi perkeretaapian untuk anak muda Lampung serta genjot pengembangan UMKM.
Artikel Selanjutnya
Gemilang di Surabaya, MUSDA VI DPD HIMNI Jatim Sukses Cetak Nahkoda Baru Demi Kejayaan Ono Niha
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
Terkini
Lampung "Amsyong" Ratusan Miliar, Kereta Batu Bara KAI Dikritik Tajam!
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:50 WIB Mengguncang Jakarta, Ratusan Warga Tengki Seribu Batam "Ketuk" Pintu Menteri HAM
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB Batam Dikepung Air: Alam Menjerit, Warga Tuding Proyek Reklamasi Jadi Biang Kerok!
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB Skandal Mbg Merambat Ke Lampung: Gurita Korupsi Pusat Menular, GPB Desak Kejagung Geledah 1.200 Dapur!
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB Cetak Sejarah! Kota Bekasi Raih Opini WTP dan Melesat Masuk 5 Besar Terbaik se-Jawa Barat
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:32 WIB Tabir Gelap Skandal Pesawaran Mulai Terkelupas, "Harga Khusus" Mantan Bupati dan Misteri Sang Perantara
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:31 WIB 29 Tahun Dianaktirikan: Jeritan Pedih Sang Perintis Pendidikan di Padangsidimpuan Terbongkar!
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:30 WIB Skandal Sibulutolang: Wali Kota Meninjau, Borok Anggaran Pendidikan Padangsidimpuan Terbongkar!
Senin, 8 Juni 2026 | 21:25 WIB Saat Nyawa Bertaruh Waktu, Pasien Sekarat Terpaksa Memburu Keadilan ke Polisi!
Senin, 8 Juni 2026 | 20:07 WIB Kalbar dalam Pusaran Tanya: Menanti Nyali Penegak Hukum di Tengah 'Kemesraan' dan Kasus Korupsi yang Mandek
Senin, 8 Juni 2026 | 13:29 WIB Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Senin, 8 Juni 2026 | 09:41 WIB Gurita Bisnis PT ANJ Agri Siais, Hukum Rimba di Atas Tanah Tapanuli Selatan
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB Mantan Kepsek SMAN 1 Angkola Selatan Diduga Jadi Predator Seksual, Dinas Pendidikan Ikut Disorot!
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB Dua Jantung, Satu Denyut: Membedah Alkimia Kekuasaan dan Investasi di Episentrum Batam
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB Flobamora Menggugat: Kala Alarm Krisis Iklim Berdentang di NTT dan Perempuan Menolak Dibungkam
Senin, 8 Juni 2026 | 09:40 WIB Goyang Pasar ASEAN: Pemkot Bekasi dan BKSAP DPR RI Racik Strategi UMKM Go International!
Senin, 8 Juni 2026 | 09:39 WIB Sinergi Lintas Pulau: Kota Bekasi dan DPRD Banjarbaru Bedah Strategi Genjot PAD
Senin, 8 Juni 2026 | 09:39 WIB Jalan Provinsi Berubah Jadi Kolam Lele, Warga Way Khilau Tuntut Gubernur Buka Mata!
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB Aktivis RS Desak APH Segera Bertindak, Dugaan Rekayasa Tender di Tapanuli Selatan Dinilai Mengarah pada Korupsi Terstruktur
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB "Predator Berkedok Kepala Sekolah!" Aktivis Desak Kapolres Tapsel Seret Pelaku ke Penjara Sekarang Juga!
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:33 WIB
Artikel Terkait
Gemilang di Surabaya, MUSDA VI DPD HIMNI Jatim Sukses Cetak Nahkoda Baru Demi Kejayaan Ono Niha
Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Misteri Anggaran Miliaran PadangsidimpuanāUang Pusat Cair, Mengapa Siswa Belajar di "Gedung Maut"?
Gurita Bisnis PT ANJ Agri Siais, Hukum Rimba di Atas Tanah Tapanuli Selatan
Mantan Kepsek SMAN 1 Angkola Selatan Diduga Jadi Predator Seksual, Dinas Pendidikan Ikut Disorot!