Hal ini dapat dilihat dari berbagai sorotan masyarakat yang menilai pihak KPU seakan tidak transparan dalam menyelenggarakan penjaringan dan penyaringan calon anggota PPS.
Salah seorang masyarakat yang namanya enggan disebut karna ada hubungan keluarga dengan calon PPS yang sudah gagal. Kepada awak media Nawacitapost menjelaskan bahwa ada keluarganya yang telah mencalonkan diri sebagai anggota PPS, dari ujian tertulis dia memiliki nilai tertinggi diantara teman-teman calon PPS lainnya, tapi pada akhirnya dia kalah, sementara pada tes wawancara dia juga berpeluang untuk lolos, tapi pada akhirnya kalah dan bahkan yang lolos adalah temannya yang memiliki nilai rendah ketika ujian tes tertulis, aneh bukan?
Baca Juga : Terkait Perubahan Perolehan Suara Caleg Geindra, DKPP Pecat Komisoner KPU, Evi Novida
"Memang keluarga kita ini sudah ada namanya pada salah satu partai politik, konon dia bahkan tidak tahu sama sekali kalau namanya sudah ada dalam struktur partai politik,"kata NN.
Namun kemudian ia diminta oleh pihak penyelenggara untuk membuat surat pernyataan sebagai syarat agar bisa mengikuti proses seleksi calon PPS.
Kendati dia sudah melengkapi persyaratan tersebut, ditambah lagi dengan nilai tinggi pada ujian tes tertulis, toh dia juga kalah.
"Sehingga saya menilai bahwa penyelenggaraan seleksi calon PPS saat ini, terkesan tidak transparan dan bersifat memihak, jelas masyarakat itu dengan rasa kesal,"katanya.
Menanggapi polemik tersebut, ketua KPU Nias Utara, Evorianus Harefa saat diwawancara awak media Nawacitapost diruang kerjanya, Rabu (18/3/20).
Kepada awak media, Evorianus menjelaskan bahwa dalam rangka melaksanakan seleksi calon PPS, para calon harus menjalani berbagai proses atau tahapan - tahapan, yang dimulai dengan pemberkasan, tes tertulis, tes wawancara, kemudian psikotest. Jadi dengan memiliki nilai tertinggi pada tes ujian tertulis, bukan menjadi tolak ukur seseorang calon dapat lolos menjadi anggota PPS.
"Selain tes tertulis, kita melaksanakan tes wawancara. Tes wawancara yang dimaksud, bukan hanya ruang lingkup tugas dan wewenang PPS yang kita wawancarai, kita juga menilai dari berbagai sisi seperti psikotest nya, rekam jejaknya, sikap dan sifatnya dalam menghadapi situasi saat melaksanakan tugas, adaptasi lingkungan, kefasihan dalam berbahasa, dan lain-lain. Jadi kita harus jeli dalam memberikan penilaian itu," imbuhnya.
Evorianus berharap agar masyarakat juga dapat memberikan tanggapan-tanggapan positif dalam hal ini, dan kami siap untuk di kritik sebagai bahan intropeksi pada kelemahan kami dalam melaksanakan tugas.
Reporter : Ibezanolo Zega