Kamis, 4 Juni 2026

Virus Corona menyerang Pergerakan Saham-Saham di Bursa Global

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 28 Februari 2020 | 10:14 WIB
NAWACITA- Virus corona menyerang pergerakan saham-saham di bursa global. Kekhawatiran wabah yang meluas ke luar China membuat investor bursa saham cemas. Hal tersebut ditandai oleh koreksi indeks Wall Street dalam enam sesi berturut-turut.

Indeks S&P 500 anjlok 4,42 persen. Dalam enam hari perdagangan, indeks S&P tercatat turun 12 persen hanya dalam enam hari perdagangan. Sementara, Dow Jones Industrial Average anjlok 4,42 persen, dan Nasdaq Composite rontok 4,61 persen.

Kecemasan investor terlihat jelas setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS mengonfirmasi infeksi covid-19 di California.

Di Inggris, saham-saham di bursa efek London jatuh 3,49 persen tercermin lewat indeks FTSE 100. Kerugian perusahaan-perusahaan kelas kakap yang tergabung indeks FTSE cukup signifikan.

Baca Juga : Luhut Panjaitan menawarkan Program Investasi Hijau ke 24 Perusahaan di Papua


Sementara di Jerman, indeks DAX 30 di bursa saham Frankfurt melorot 3,19 persen. Sebanyak 30 saham perusahaan-perusahaan besar berakhir di zona merah dengan kerugian 0,06 persen sampai 6,39 persen.

Dari Asia, bursa saham Korea Selatan ditunjukkan lewat indeks KOSPI rontok 1,49 persen, Nikkei 225 di Jepang melorot 3,11 persen.

Kekhawatiran penyebaran virus corona meningkat setelah kasus-kasus baru terungkap di luar China. Bahkan, kasus baru di luar China meningkat lebih cepat dibandingkan di China, pusat epidemi virus itu berasal.

Diperkirakan pasar saham di seluruh dunia telah kehilangan lebih dari US$3,4 triliun dalam lima hari perdagangan.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini