Jumat, 5 Juni 2026

Gairah Pemuda Kembangkan Energi Terbarukan

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Minggu, 28 Juli 2019 | 14:02 WIB
Jakarta, NAWACITA - Teknologi Energi terbarukan ternyata menjadi magnet bagi generasi muda.  Fakta ini tentu sangat menggembirakan karena menjadi indikasi munculnya kesadaran kaum milenial ini akan pentingnya penggunaan energi ramah lingkungan dengan menciptakan berbagai energi baru yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Menguatnya kesadaran generasi terhadap EBT bisa dilihat dari kian banyaknya karya mahasiswa terhadap bidang tersebut.

Saat ini bahkan banyak di antara karya mereka mulai dirasakan hasilnya. Misalnya pengembangan energi surya dan angin yang dilakukan mahasiswa Universitas Indonesia, tenaga uap (Universitas Udayana), biofuel menggunakan kelapa sawit (IPB), penggunaan tenaga surya dan solar termal pada kendaraan (Universitas Jendral Ahmad Yani), serta penggunaan tenaga surya dan angin (Universitas Pertamina).

Baca juga: Teknologi Terbarukan Tekan Anggaran Listrik

Merespons tren tersebut, pemerintah melalui instansi terkait mulai melakukan edukasi khusus. Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Mohammad Mustafa Sarinanto mengatakan, anak muda lebih mudah dikenalkan dengan EBT karena mampu menerima isu kekinian seperti tren mobil listrik dan skuter listrik lokal.

“Anak milenial senang mencoba sesuatu yang baru dan berbeda seperti skuter listrik tersebut sehingga terinspirasi untuk menciptakan teknologi ramah lingkungan," ujar dia saat dihubungi Seperti dilansir dari KORAN SINDO. 

Mustafa mengungkapkan, BPPT sangat terbuka bagi anak sekolah dan mahasiswa yang ingin belajar pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Bagi yang berminat langsung mempelajari EBT pihak BPPT mengundang secara langsung para siswa sekolah hingga mahasiswa untuk datang langsung ke kantor BPPT di kawasan Puspiptek, Serpong Tangerang Selatan.

“Atap kantor kami terdapat surya panel menghasilkan 100 KW, semua lengkap yang dapat dilihat langsung proses PLTS. Ini menjadi salah satu contoh materi yang mudah untuk dipelajari,” tutur Mustafa.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) juga giat melakukan sosialisasi ke sekolah untuk program penghematan energi.

Direktur Konservasi Energi Kementrian ESDM Hariyanto mengungkapkan, meski anakanak tidak langsung diajarkan menciptakan EBT, namun terlebih dulu akan mendapatkan edukasi tentang pentingnya penghematan penggunaan energi.“Mereka harus tahu bahwa yang mereka pakai itu akan habis suatu hari nanti. Anak-anak juga dapat memberi informasi untuk orang tua dan masyarakat di lingkungannya,” tutur Hariyanto.

Untuk memancing kreativitas remaja terhadap EBT, lomba hemat energi juga dilakukan oleh Kementrian ESDM untuk sekolah setingkat SMP dan SMA di 12 provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Barat, Selatan, Jabodetabek, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan kompetisi umum bagi industri dan bangunan diadakan Ajang Subroto Award, salah satu bidangnya, yaitu Bidang Efisiensi Energi (PSBE). Penghargaan ini diberikan Kementerian ESDM kepada para pengguna energi baik institusi pemerintah maupun swasta yang telah berhasil menerapkan upaya-upaya konservasi serta mendorong seluruh pengguna energi untuk melakukan konservasi energi. PSBE juga menjadi ajang seleksi nasional untuk kemudian mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN Energy Award tahun depan.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini