Kamis, 4 Juni 2026

Ketua DPD HIMNI Babel:Soal Ketum HIMNI, Jangan Asal Mau Jadi

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 23 Juli 2019 | 22:25 WIB
Jakarta,NAWACITA-DPD HIMNI Provinsi Bangka Belitung (Babel)  sebagai provinsi hasil pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan memiliki pengalaman yang tidak jauh dengan situasi Kepulauan Nias. Andalannya adalah pariwisata dan perikanan hasil laut. Bedanya di Babel sebelumnya ada timah sebagai andalah ekonomi. Tapi sekarang itu sudah masa lalu.

Menyikapi hal itu,Sanemaaro Zagoto, Ketua DPP HIMNI Babel merasa penting kehadiran DPD HIMNI di tengah tengah komunitas Ono Niha di wilayah Babel. Sebab karakteristik nya sama. Dalam hal ini sangat tepat sebagai wilayah pembelajaran bagaimana wisata dikembangkan di kawasan kepulauan. Dengan harapan kedepan bisa pulang ke Nias dan menyumbangkan pengalaman di bidang pariwisata.

“Hal itu yang membuat kami tertarik membentuk kepengurusan HIMNI di wilayah ini pada pertengahan tahun 2017. Dengan terbentuknya  DPD dan 5 DPC di Pulau Bangka dan Belitung memudahkan kami berkoordinasi  jika ada kendala yang dihadapi ono niha,”kata Sanemaaro, saat dihubungi Nawacitapost, Selasa (23/7/19).

Motto HIMNI "Bersatu Kita Bisa",  menurut Sanemaaro,juga membuat kesadarannya sebagai sesama perantau  tetap terpelihara dengan baik.Ibaratnya, berat sama dijinjing, ringan sama dipikul adalah bagian implementasi motto HIMNI yang ia bangun diantara satu dengan yang  lain.

“Oleh karena itu peran Ketua Umum HIMNI yang akan datang harus memiliki kriteria sebagai berikut: memiliki kemampuan umtuk menjadi tokoh perekat, berani berkorban waktu dan materi, rendah hati dan memiliki visi besar membangun Kepulauan Nias  juga kemajuan ono niha di seluruh Indonesia,”katanya.

Menurut Sanemaaro, memilih ketua umum  itu sama dengan mempersiapkan pemimpin jika  moratorium sudah dibuka.  Ia pun berharap, memilih ketua umum HIMNI saat ini tidak  asal mau jadi Ketua Umum saja.

“Tapi kriteria diatas sangat penting jadi pertimbangan bagi utusan DPC DPD yang memiliki suara pada munas nanti. Memamg tidak mudah jika harus memilih ketua umum berikutnya setelah Pak Marinus, karena beliau sudah pejabat negara. Artinya klasifikasinya minimal DPR RI. Atau memiliki potensi  jadi anggota DPR RI ke depan,”tutup Sanemaaro.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini