Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Kanker Prostat yang Merenggut Nyawa Arswendo Atmowiloto

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 19 Juli 2019 | 19:57 WIB
Jakarta,NAWACITA-Keluarga Cemara hanyalah salah satu dari sekian banyak hasil karya Arswendo Atmowiloto.  Ia sudah banyak menghasilkan naskah sinetron, novel, cerpen, juga puisi. Tercatat Arswendo pernah mendapat penghargaan Hadiah Sastra ASEAN pada 1987. Arswendo memulai kariernya sebagai wartawan, ia juga aktif di majalah HAI dan KOMPAS. Wendo meninggal dunia Jum'at (19/7) pukul 17.55, setelah dua bulan berjuang melawan kanker prostat.

Sesuai namanya, kanker prostat adalah kanker yang menyerang prostat pada lelaki. Kanker ini menyerang alat reproduksi lelaki. Kanker prostat pada awalnya tumbuh dengan lambat. Sel kanker berkembang di dalam kelenjar prostat. Penderitanya akan mengalami kesulitan untuk buang air kecil. Mayoritas penderita penyakit ini adalah lelaki berusia di atas 65 tahun.

Prostat terletak di bagian dasar kandung kemih, prostat ini berfungsi menghasilkan semen, yakni cairan yang dikeluarkan bareng sperma ketika ejakulasi. Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan ada 1,3 juta lelaki di dunia menderita kanker prostat. Di Indonesia sendiri, penyakit ini merupakan penyakit kanker nomor dua paling banyak diderita kaum lelaki.

Adapun faktor-faktor yang menimbulkan risiko terjadinya penyakit ini, antara lain adalah punya keluarga yang menderita kanker prostat, memiliki penyakit menular seksual, paparan kimia, pola makan kurang sehat, memiliki obesitas, dan peningkatan usia. Melihat dari situ, apakah yang menjadi penyebab kanker prostat pada Arswendo?

Pada awalnya, penyakit ini tidak memperlihatkan gejala apapun. Penderita akan menderita gangguan buang air kecil ketika kanker membesar dan mengalami peradangan. Dokter akan melakukan biopsi prostat, MRI, dan USG prostat untuk mengetahui kanker pada stadium berapa serta untuk mendeteksi.

Upaya penyembuhan kanker prostat adalah dengan cara operasi, krioterapi, kemoterapi, terapi hormon, dan radioterapi. Upaya itu dilakukan berdasarkan tingkat keparahan serta kondisi penderita secara keseluruhan.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini