Rabu, 10 Juni 2026

Baru Saja Pulang Dari Jakarta, KONI Kaltim Tanggapi Musornas Yang Berakhir Kisruh

Photo Author
Administrator, Nawacita Post
- Jumat, 5 Juli 2019 | 18:16 WIB



Samarinda, NAWACITA - Terpilihnya Marciano Norman sebagai Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 berakhir kisruh lantaran adanya kubu sebelah yang tidak menerima hasil pemilihan tersebut. Dimana sebelumnya dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) tersebut telah selesai dilaksanakan pada 2 Juli 2019 lalu di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta.

Marciano menjadi calon tunggal dalam pemilihan kali ini karena kandidat lainnya, yaitu Muddai Madang yang tidak memenuhi syarat secara administrasi. Dengan tidak lolosnya Muddai berdasarkan hasil verifikasi tim Penjaringan dan Penyaringan dalam Musornas tersebut, mengakibatkan tim yang memilihnya tidak terima dengan hasil keputusan Musornas, sehingga berakhir kisruh.

Proses penetapan Marciano sebagai ketua umum KONI dilakukan saat Muddai melakukan aksi walk out (WO) yang diikuti 28 anggota KONI lainnya. Terkait kericuhan yang terjadi selama proses Musornas itu, KONI Kaltim melalui Sekretaris Umum KONI Kaltim, Afiat Mirsyam Rasyid mengatakan harusnya hal tersebut tidak perlu terjadi, mengingat kedua calon merupakan sosok insan olahraga yang terbaik di bidangnya.

"Sebenarnya dari pandangan kita, bukan kali ini Musornas, kan sudah tiap 4 tahun sekali. Sebelum Musornas, kita RAT atau Rakornas. Dibuatkan tim penjaringan dalam Rakor tersebut. Nah artinya semua pihak kan tahu dan mensetujui apa yang sekarang menjadi tata tertib dan aturan yang berlaku dalam Musornas, juga ini semua sufah sesuai dengan AD ART KONI, ya kita sangat menyayangkan hal tersebut," jelasnya Afiat Mirsyam Rasyid, saat ditemui dikantor KONI Kaltim, (05/07/2019).

Afiat juga menambahkan, harusnya seluruh pihak memahami hal tersebut. Mengingat saat ini sama-sama menaungi lembaga olahraga, tentu menurutnya sportifitas wajib dijunjung tinggi oleh semua pihak yang ikut dalam Musornas yang telah selesai berlangsung tersebut.

"Kenapa sampai kisruh kita juga bingung. Memang ada dua kandidat yang mau mau maju kemarin. Pak Norman dan pak Muddai. Bagi Kaltim keduanya adalah yang terbaik. Beberapa daerah yang walkout tidak siap dengan peraturan yang ada. Padahal peraturan sama-sama diketahui, disepakati, dan disetujui, ya ini jauh dari sportifitas. Namun ini biasa dinamika demokrasi itu, yang harus ditingkatkan hanya mental sportifitasnya saja dari masing-masing pendukung," tambahnya.

Karenanya, Afiat pun berharap ketua terpilih KONI wajib menyatukan beda pendapat dari dua kubu yang bersebrangan saat ini agar kedepan KONI bisa kembali menciptakan prestasi terbaik untuk Indonesia.

"Kalau bisa bersatu alhamdulillah kan," tuturnya.


Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini