Minggu, 19 Juli 2026

Pemohon Diska di Kabupaten Nganjuk Diperkirakan Meningkat Dibandingkan Tahun 2024

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Selasa, 9 Desember 2025 | 21:32 WIB
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Istimewa)
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Pemohon Dispensasi Kawin (Diska) pada tahun 2025 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun 2024.

Hal tersebut berdasarkan keterangan yang diterima wartawan Nawacitapost.com, yang disampaikan oleh Arif Widodo bagian informasi dan pengaduan di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (8/12/2025).

Arif Widodo bagian informasi dan pengaduan ketika diwawancarai (Sakera Nawacita)

Menurut Arif Widodo, pada tahun 2024 pemohon Diska adalah sebanyak 146, sementara pada tahun 2025 sampai November sudah masuk sebanyak 146, dan untuk Desember belum masuk dalam data tersebut.

Baca Juga: Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Lakukan Sidak ke Jembatan Kedungdowo yang Putus

"Di tahun 2024 sebanyak 146 pemohon, sedangkan di tahun 2025 sampai per November ini masuk 146, kan Desember belum dihitung," kata Arif Widodo kepada wartawan Nawacitapost.com.

Arif mengungkapkan bahwa, pemohon Diska pada tahun 2024 dengan rentang usia 15 sampai dengan 19 tahun sebanyak 145 pemohon, sementara 1 pemohon adalah berusia di bawah 15 tahun.

"Di bawah 15 tahun itu 1 pemohon, kalau yang di bawah 19 tahun ada 145 pemohon, itu untuk tahun 2024. Untuk tahun 2025 pemohon di bawah 15 tahun ada 4 pemohon," terangnya.

Adapun faktor penyebab pemohon mengajukan permohonan Diska, lanjut Arif, rata-rata faktor hamil diluar nikah.

Baca Juga: Dana Transfer dari Pusat Dipotong, DPRD Kabupaten Nganjuk: Gaji ASN, PPPK Harus Terpenuhi

"Akibat sebabnya itu ya karena hamil duluan atau hamil diluar nikah, dan rata-rata yang ke sini itu sudah keadaan hamil," ujarnya.

Arif menjelaskan bahwa, rata-rata pemohon didominasi dari Kecamatan Sawahan dan Kecamatan Ngetos yang kurang lebih sebanyak 30 persen dari data yang ada.

"Yang banyak itu dari wilayah Kecamatan Sawahan, mungkin karena daerah pegunungan, dan wilayah Kecamatan Ngetos, yang paling sering ke sini, ya mungkin perkiraan sekitar 30 persen lah," pungkasnya.

 

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini