Jumat, 17 Juli 2026

Aksi Damai KPA Nganjuk, Ingatkan Bahaya HIV/AIDS dan Pentingnya Dukungan untuk ODHA

Photo Author
Teguh Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 1 Desember 2025 | 21:03 WIB
Petugas KPA Nganjuk saat memberikan bunga kepada pengendara (Istimewa)
Petugas KPA Nganjuk saat memberikan bunga kepada pengendara (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Nganjuk menggelar aksi keprihatinan terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di daerah setempat dan di Indonesia pada umumnya.

Kegiatan ini berlangsung di sepanjang Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan SMPN 5 Nganjuk, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (1/12/2025), bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia 2025.

Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Nganjuk yang juga Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro melalui Sekretaris KPA, Teguh Sudjatmika, menyampaikan bahwa aksi tersebut difokuskan pada peningkatan kesadaran publik, dukungan untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), serta upaya melawan stigma dan diskriminasi.

Baca Juga: Presiden Partai Buruh Lakukan Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk

“Aksi damai ini untuk menyebarkan informasi tentang pencegahan HIV/AIDS, bahaya penularan, dan pentingnya pola hidup sehat,” ujar Teguh.

Dalam kegiatan itu, KPA Nganjuk juga membagikan bunga mawar, gantungan kunci, serta pamflet berisi edukasi pencegahan HIV/AIDS kepada para pengguna jalan. Cara ini dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat agar lebih peduli terhadap isu kesehatan tersebut.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk menyebarkan kesadaran pada masyarakat dan memberikan harapan kepada para penyintas,” tambahnya.

Teguh menjelaskan bahwa aksi kampanye ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap HIV/AIDS dan perlunya peran bersama dalam mencegah penyebarannya.

Baca Juga: Inspektorat Nganjuk Jadi Konsultan Proyek TPT Desa Ngepung, Ini Penjelasan Inspektur

“Selain itu, juga untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA serta mendorong partisipasi semua pihak dalam mengakhiri AIDS pada tahun 2030,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa penanggulangan HIV/AIDS merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga.

“Ke depan, kami terus berkomitmen melakukan pencegahan melalui sosialisasi di kalangan pelajar dan masyarakat. Kami juga memberikan pendampingan kepada ODHA, mulai dari dukungan psikososial, akses layanan kesehatan, hingga pencegahan diskriminasi,” tutup Teguh.

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini