Lampung, NAWACITA - Sisa keganasan Tsunami masih terlihat di sepanjang pantai Kecamatan Bakauhuni, pesisir pantai Rajabasa, dan pesisir pantai Kalianda, Lampung.
Runtuhan puing masih menumpuk di pemukin warga tepatnya dipinggir Pesisir pantai Rajabasa, kalianda dan beberapa pantai di Kecamatan Bakauhuni. Namun, sudah ada beberapa warga yang mulai membangun kembali kediamannya.
Tak hanya itu saja, gelombang besar Selat Sunda tersebut juga mendorong karang, bebatuan besar hingga batang pohon yang masih menjadi saksi di pinggir pesisir pantai.
Seperti pantai Belebuk yang berlokasi di dusun Belebuk, desa Totoharjo, Kecamatan Bakauhuni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Menurut seorang warga sekitar bernama Eka, bahwa pantai Belebuk juga turut diporak-porandakan gelombang Tsunami Selat Sunda. Padahal, sebelumnya pantai Belebuk adalah pantai dengan kondisi yang masih alami dan belum banyak dikenal oleh pengunjung.
Kealamian pantai ini dapat dilihat dari banyaknya pepohonan yang masih tumbuh di sekitaran pantai. Bahkan panorama pasir putih dipinggir pantai menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Pasalnya, selain kondisi alami dan putihnya pasir pantai, mata kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan pulau-pulau kecil yang tak jauh dari pantai.
Namun, keindahan tersebut sirna setelah gelombang Selat Sunda menerjang. Pepohona, dan saung-saung dibibir pantai seketika hancur dan hilang. Bahkan, putihnya pasir pantai Belebuk saat ini sudah dihiasi oleh tumpukan karang dan serpihan sampah yang turut terdorong gelombang Tsunami.
"Habis om, semua habis diterjang Tsunami. Gelombang Tsunami lumayan besar. Semua yang dari tengah laut kedorong sampai kepinggir pantai. Bahkan, fasilitas untuk para pengunjung yang disediakan di pinggir pantai juga habis om," kata Eka saat ditemui di pantai Belebuk, Lampung, Minggu (9/6/2019).
"Dorongan gelombang Tsunami juga membawa batu karang dan sampah ke pinggir pantai. Kasian Anak-anak sekarang mau berenang susah karena banyak karang. Karena bisa luka kaki nya kena karang," sambungnya.
Meski begitu, pantai Belebuk masih menjadi destinasi pilihan warga pada libur Lebaran tahun ini. Seorang wanita penjaga loket masuk pantai mengatakan, pantai Belebuk masih diminati para wisatawan, walau tak seramai pengunjung pantai di daerah lain.
Ia juga mengatakan, pada libur lebaran ini harga tiket masuk tetap sama perorang 10 ribu ditambah kendaraan roda dua dan 25 ribu untuk kendaraan roda empat.
"Tiket masuk 10 untuk pejalan kaki dan roda dua, 25 ribu untuk roda empat. Hari ini sudah habis hampir 700 tiket," ujarnya dilokasi.
Pasca Tsunami Selat Sunda, pantai ini sudah memiliki fasilitas seperti penyewaan KANO, ban untuk renang dan kamar bilas yang minim kondisi. Bahkan, sudah banyak warga sekitar yang membangun warung untuk berjualan. Namun, saung-saung dibibir pantai dan beberapa fasilitas lainnya, tak lagi berdiri. Jadi, Para wisatawan yang hendak berlibur ke pantai Belebuk, diwajibkan membawa tiker untuk duduk dipinggir pantai.
Editor: Administrator
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:33 WIB
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:33 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB