Kamis, 4 Juni 2026

Antisipasi Kemacetan, Kementerian ESDM Himbau Pemudik Penuhi  BBM Sebelum Masuk Tol

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Minggu, 9 Juni 2019 | 11:53 WIB
Jakarta, NAWACITA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengantipasipasi kemungkinan peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) saat arus balik Lebaran 2019. Antisipasi dilakukan dengan mengimbau masyarakat yang berkendara jarak jauh mengisi penuh tangki bensin sebelum berangkat atau sebelum memasuki jalan tol.

Himbauan diberikan terkait pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalan tol.

"Rekayasa lalu lintas arus balik one way di jalan tol (sebaiknya) dimanfaatkan masyarakat untuk mengisi bensin penuh sebelum memulai perjalanan arus balik, (itu juga untuk) mengantisipasi padatnya jalan serta penuhnya rest area," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Bandung, dalam keterangan resmi dikutip (9/6).

Sementara itu, berdasarkan laporan Tim Posko Nasional Sektor ESDM pada Sabtu (8/6), konsumsi bensin oktan tinggi terjadi peningkatan selama musim mudik Lebaran 2019. Dikutip  Peningkatan terutama terjadi di sepanjang jalur mudik utama.

Secara nasional, permintaan bensin jenis Pertamax/Akra 92 pada Sabtu (8/6) kemarin meningkat sebesar 33,30 persen, disusul oleh Pertamax Turbo 8,60 persen, Premium 6,07 persen dan Pertalite 4,80 persen.

Namun, pada BBM jenis Solar, Biosolar dan Dexlite, konsumsinya justru turun hingga lebih dari 50 persen. Untuk bahan bakar mesin diesel hanya konsumsi Pertamina Dex yang meningkat, yakni sebesar 48,83 persen.

Meski meningkat, pemerintah memastikan kondisi pasokan BBM aman dengan ketahanan stok lebih dari 20 hari.

Selain ketersediaan BBM, Posko Nasional Sektor ESDM juga melaporkan kondisi ketenagalistrikan nasional aman.

(Eyd/ANT)

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini