Jumat, 5 Juni 2026

Mungkinkah Prabowo "Slips of The Tongoe" atau "Jet Lag" di Cikeas

Photo Author
Administrator, Nawacita Post
- Selasa, 4 Juni 2019 | 12:54 WIB
Prabowo Mohon Maaf

Kedatangan Prabowo ke rumah duka Sby Cikeas pada Senin sore 3 Juni 2019 untuk berbelangsukawa atas meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono pada Sabtu 1 Juni 2019 dan dikebumikan Minggu 2 Juni 2019 menjadi viral beberapa saat setelah Capres 02 ini meninggalkan rumah Sby.

Video konferensi pers yang dilakukan oleh Prabowo yang berdurasi sekitar 1 menit saja beredar luas di kalangan sosial media dan media daring. Karena diikuti oleh konferensi pers yang juga dilakukan Sby setelah Prabowo meninggalkan Cikeas.

Pancingan pertanyaan para jurnalis mendorong Prabowo untuk menjelaskan bagaimana kedekatannya dengan keluarga Sby, dan bahkan juga dukungan politik Ibu Ani Yudhoyono kepada Prabowo dalam Pilpres 2014 dan 2019. Kendati Sby sudah memohon kepada jurnalis untuk tidak memberitakan pernyataan Prabowo itu, tetapi ternyata tetap juga disebarluaskan.

Secara pribadi saya sendiri berpendapat bahwa pernyataan Capres 02 sangat tidak elok didengar, bahkan hati ini menjadi sangat terganggu dengan sangat gamblang Prabowo menjelaskan di depan para wartawan saat itu.

Mengapa? Karena proses kepergian Ibu Ani Yudhoyono sejak dari Singapore hingga proses pemakaman di TMP Kalibata merupakan kedukaan yang mendalam tetapi juga membawa kesejukan dan kedamaian di tengah hati sanubari dan spiritual warga Indonesia. Bahkan seakan-akan bumi negeri ini dinaungi oleh suasana duka tetapi damai. Nyaris disana tidak ada suasana politik yang selama berbulan-bulan masyarakat berada dalam ketegangan yang luar biasa.

Di tempat pemakaman yang menjadi puncak kesejukan dan kedamaian ditangkap oleh publik ada pemulihan negeri ini dari keretakan sosial politik yang mendera dengan aksi 22 Mei 2109 yang lalu. Bahkan di klimakskan oleh momen bersejarah ketika Sby dan Megawati saling bersalaman sambil bertatap penuh senyum dan ketulusan yang menjadi indikasi adanya pemulihan sosial politik.

Harusnya situasi ini akan terus bergulir dan mengalir menjadi virus kedamaian dan kesejukan di tengah-tengah publik yang masih akan terus mengawal proses penyelesaian sengketa hasil Pilpres dan Pileg 2019 di MK.

Tetapi, pernyataan Prabowo yang diungkapkan hanya dalam hitungan beberapa detik saja, membuat suasana klimaks proses kepergiaan Ibu Ani Yudhoyono ini menjadi berbeda kini.

Kendati Pak Sby sudah memohon agar jangan di wartakan tentang statement Prabowo itu, tetapi malah menjadi meningkatnya tensi rasa ingin tahu publik tentang kedatangan Prabowo di rumah duka alm Ibu Ani Yudhoyono.

"Slips of the tongue" dari Prabowo

Tidak bisa dipungkiri bahwa kedatangan Prabowo memang ditunggu oleh publik, karena saat meninggalnya Ibu Ani hingga penguburannya, Capres 02 ini sedang berada di luar negeri. Dan sesuai dengan janjinya, akan segera datang memohon maaf dan melayat segera setelah tiba di tanah air.

Mungkinkah pernyataan yang disampaikan di dalam konperensi pers itu karena Prabowo "slips of tongue" atau karena beliau sedang "jet lag?"

Kalau ini benar, itu berarti Prabowo sama sekali tidak ada niat untuk tidak menghormati Ibu Ani Yudhoyono dan juga Sby dan keluarga, apalagi mau menyinggung perasaan dari Sby karena Ibu Ani sudah meninggal dunia dan seyogianya tidak lagi ada kaitannya dengan urusan politik apa saja.

Perjalanan yang di lakukan oleh Prabowo sejak dari Jakarta, ke Dubai, dan langsung ke Eropa, dipastikan akan menghadapi kelelahan yang luar biasa. Dengan melintasi batasan zona waktu yang terus berganti-ganti dan akan sangat mempengaruhi kondisi fisik, kesehatan, psikis tentu saja perilaku dan komunikasinya juga.

Bagaimanapun, karena situasi politik di tanah air sedang berada pada titik tertingginya, maka keberadaan serta kehadiran para tokoh nasional seperti Prabowo dan Sandi pasti menjadi perhatian dan kepedulian publik. Segalanya akan menjadi saling kait mengkait untuk membaca semua dinamika dan kecenderungan yang akan terjadi di negeri beberapa bulan kedepan.

Publik mengerti bahwa Jet lag itu merupakan perubahan waktu tidur sementara atau merasa lelah dan kebingungan setelah perjalanan panjang dengan melintasi beberapa zona waktu menggunakan pesawat terbang. Dan bagi orang yang mengalami jet lag akan adanya gangguan pada pola tidur, rasa selalu mengantuk, dan kelelahan.

Mungkinkah Prabowo mengalami jet lag sehingga mempengaruhi beliau ketika menyampaikan pernyataan yang "nampaknya di luar kendalinya" walaupun diungkapkan dengan sangat tenang dan tidak tergesa-gesa.

Sebab, orang yang mengalami jet lag pasti koordinasi antara pikiran dan perkataan serta perilaku sangat mungkin tidak sejalan.

Penulis : Yupiter Gulo

Editor : Daril Harefa

Artikel ini telah tayang perdana di kompasiana.com https://www.kompasiana.com/yupiter/5cf5e0650d82303d4153812a/mungkinkah-prabowo-slips-of-tongoe-atau-jet-lag-di-cikeas?page=2

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini