Kendari, NAWACITA - Ratusan kepala keluarga (KK) yang bermukim di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Garuda, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara terpaksa mengungsi karena meluapnya Sungai Wanggu.
Akibat pemukiman mereka terendam air lebih dari 1 meter tersebut, setidaknya, lebih dari 200 KK terpaksa mengungsi ke masjid-masjid terdekat, dan tenda-tenda darurat yang telah dibangun oleh BPBD maupun Basarnas Kota Kendari.
Salah satu warga Kelurahan Lepo-lepo, Ida Gani bahkan mengaku, semua anggota keluarganya yang terdiri dari 8 orang pun terpaksa mengungsi.
"Rumah saya terendam (air) kurang lebih 2 meter. Mengungsi sejak kemarin pagi," katanya kepada Radio Republik Indonesia, Senin (3/6/2019).
Dikatakannya, kemarin, air memang sempat meluap hingga 4 meter. Namun setelah surut sekira kurang dari 2 meter, Taruna Siaga Bencana (Tagana) pun langsung buru-buru mengungsikan warga.
"Ada Tagana. Kan kondisi kemarin air sempat turun. Jadi saat itu dibantu," ungkapnya.