Kamis, 4 Juni 2026

Terganggu Polusi Udara, Warga Bantargebang Unjukrasa PLTSa Sumurbatu

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Selasa, 30 April 2019 | 19:11 WIB
Bekasi NAWACITA - Masyarakat di sekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLSTa) Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi Jawa Barat mengeluhkan polusi udara yang diduga berasal dari cerobong asap pembangkit listrik tersebut.

Keluhan disampaikan dengan aksi unjuk rasa oleh puluhan warga Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, di lokasi PLSTa Sumur Batu.

Mereka mengeluhkan asap hitam pekat yang keluar dari cerobong itu. Asap itu dirasa mengganggu apalagi bagi warga di sekitar pemukiman.

Satam Susanto, Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Sumur Batu mengatakan, jika warga di wilayahnya merasa terganggu dengan polusi udara tersebut.

“Kami bersama warga mendatangi PLSTa Sumur Batu, sekitar pukul 21.00 WIB, karena asap yang ditimbulkan dari corong PLSTa begitu hitam dan bertebaran kepemukiman. Otomatis kami sangat terganggu, yang lebih parahnya lagi membuat anak-anak tidak bisa tidur dan menangis karena menghirup asap tersebut,” tandasnya.

Dia menjelaskan, setelah pihaknya mendatangi PLTSa, pihak perusahaan mau mengabulkan permintaan warga dengan mengurangi volume tekanan mesin. “Setelah kami datang dan di terima oleh pihak teknisi, kami minta pada pihak teknisi agar menghentikan mesin supaya tidak menimbulkan asap,” ujarnya.

Pihak teknisi PLSTa kata Satam, mengabulkan permintaan warga, dengan mengecilkan volume mesin.

“Karena kalau di matikan total tidak bisa, itu kata teknisi pada kami,” ujarnya. Setelah warga pulang, kemudian selang satu jam, warga kedatangan pihak teknisi PLSTa dan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. Mereka (perwakilan PLTSa) meminta solusi agar PLSTa beroprasi lagi.

“Kami mempersilahkan PLSTa beroprasi kembali asalkan jangan menimbulkan asap,” tutur Satam Susanto.

Menurut Satam, warga diwilayahnya sangat meyesalkan dengan adanya PLSTa Sumur Batu. Dari awal pembangunan sampai beroprasi kata Satam, tidak ada sosialisasi.

“Dari awal tidak ada sosialisasi baik ke warga yang berdekatan langsung dengan PLSTa Sumu Batu. Kami minta kepada Walikota Bekasi, agar melakukan sidak ke PLSTa Sumur Batu,” tutup Satam.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini