Jumat, 5 Juni 2026

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Siapkan 3 KEK Pariwisata

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Rabu, 27 Maret 2019 | 19:47 WIB
Jakarta NAWACITA - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyiapkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk bertransformasi ke non-tambang, yakni beralih ke sektor pariwisata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Babel bersama stakeholder pariwisata, siap mengembangkan 3 KEK pariwisata salah satunya KEK di Tanjung Kelayang.

Kepulauan Belitung sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sebagai satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas dikembangkan menjadi ‘Bali Baru’, sedangkan 2 KEK lainnya sedang dipersiapkan di Tanjung Gunung, dan Sungailiat, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka.

Saat mewakili Gubernur Kepulauan Babel dalam acara launching dan press conference Bangka Cultural Wave Festival (BCWF) 2019, Kepala Bappeda Kepulauan Babel, Fery Insani mengatakan bahwa KEK Pariwisata itu disiapkan sebagai destinasi kelas dunia.

"Dan Kepulauan Bangka Belitung siap menjadi destinasi pariwisata terbaik di Indonesia,” kata Fery dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Fery pun menjelaskan, bahwa Provinsi Kepulauan Babel tidak bisa terus mengandalkan dari hasil tambang yang kecenderungannya makin menurun, sehingga segera bertransformasi ke non-tambang di antaranya sektor pariwisata.

“Sektor pariwisata akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Babel tahun lalu sebesar 4,45 persen, atau di bawah pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera sebesar 5,4 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,17 persen," ujar Fery.

Sementara itu Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuti memberikan apresiasi penyelenggaraan BCWF 2019, sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya sebagai daya tarik wisata, sekaligus mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Bangka.

“Penyelenggaraan event akan meningkatkan ekonomi serta indeks kebahagian masyarakat, sekaligus memperkuat unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas), juga unsur terpenting CEO commitment. Pulau Bangka rencanya memiliki 2 KEK pariwisata di Tanjung Gunung dan Sungailiat sebagai destinasi kelas dunia. Kemajuan KEK ini tidak lepas dari CEO commitment,” tutur Esthy.

Dia pun menjelaskan, event BCWF 2019 ini masuk dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2019. Dimana Provinsi Kepulauan Babel mempunyai 3 event unggulan yang masuk dalam CoE WI 2019.

Penyelenggaraan BCWF 2019 yang tahun ini memasuki tahun ke-4, menurut Bupati Bangka, Mulkan, menjadi event andalan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Bangka.

“Lokasi penyelenggaraan BCW Festival 2019 sangat dekat dengan Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang hanya sekitar 1 jam dengan kendaraan darat sehingga akan menarik minat pengunjung,” kata Mulkan.

Event tahunan BCWF 2019 akan berlangsung di De’Locomotief, Pantai Wisata Tonaci, Sungailiat, Bangka, pada 2-7 April 2019. Dengan mengangkat tema ‘Home Coming’ event tersebut akan menampilkan beragam budaya, berupa pertunjukan musik dan tari dari berbagai daerah nusantara hingga mancanegara.

Selama satu minggu berlangsungnya festival ditampilkan 7 kegiatan utama yakni Bangka Wave Carnival, Bangka Ethnik Wave Permormance Festival, Bangka Etnik Musik Festival, dan Bangka Art Wave.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini