NAWACITAPOST.COM — Sejumlah nasabah mendatangi Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dwipenna Sumber Artha yang berlokasi di Ruko Kampungbaru Blok A1, Krajan Selatan, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (5/8/2025).
Berdasarkan pantauan wartawan Nawacitapost.com, kedatangan sejumlah nasabah tersebut adalah untuk mempertanyakan dua data yang berbeda, yang dikeluarkan oleh KSP Dwipenna Sumber Artha dengan data yang dikeluark oleh Bank terkait.
Salah satunya adalah wanita sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya) warga yang bertempat tinggal di Kertosono dan pria sebut saja Rohim (bukan nama sebenarnya) yang bertempat tinggal di Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Baca Juga: Setelah Dapat Laporan, Tim Diskopum Kabupaten Nganjuk Lakukan Sidak ke Tanjunganom
Kedatangan sejumlah nasabah tersebut disambut oleh dua orang laki-laki yang merupakan staf KSP Dwipenna Sumber Artha.
Mawar yang didampingi oleh anak laki-lakinya sebut saja Dewa (bukan nama sebenarnya) dalam perbincangan dengan dua staf KSP Dwipenna Sumber Artha mempertanyakan mengapa data yang dikeluarkan oleh KSP Dwipenna Sumber Artha berbeda dengan yang dikeluarkan oleh Bank.
"Lah data dari Bank milik ibuku ini plafon kredit tertulis senilai Rp160.000.000 (seratus enam puluh juta rupiah) dengan jangka waktu 167 bulan, sedangkan data dari sini (KSP Dwipenna Sumber Artha red) plafon pinjaman tertulis senilai Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah), dengan jangka waktu 48 bulan, ini bagaimana," ucap Dewa sambil menunjukkan data kepada dua staf KSP itu.
Perbincangan antara Dewa dengan dua staf KSP tersebut sempat memanas dikarenakan sudah menyempatkan waktu dan tidak bertemu langsung dengan pimpinan KSP Dwipenna Sumber Artha yang seharusnya bisa memberikan penjelasan.
Baca Juga: Diduga Tak Sesuai Bidang, Staf DG Mengaku Bergerak Sebagai Koperasi
"Setiap saya datang kesini dan sudah berulangkali kok tidak pernah ketemu pimpinannya, kemana? (Kalau dua data ini sama mungkin tidak masalah) ini lho tidak sama," kata Dewa dengan nada tinggi dan sedikit emosi.
Pada kesempatan yang bersamaan Rohman juga ikut mempertanyakan mengapa ada dua data yang berbeda antara yang dikeluarkan oleh KSP Dwipenna Sumber Artha dengan data yang dikeluarkan oleh Bank yang berlokasi di Surabaya.
"Jadi begini, permasalahan Bu Mawar dengan saya ini juga sama, (awalnya saya dihubungi melalui telepon oleh Bank) saya kaget, karena saya tidak merasa meminjam uang sebesar itu, mengapa ada dua data yang berbeda, kan membingungkan ini," tanya Rohman kepada dua staf KSP itu.
Artikel Terkait
Dua Anggota DPRD Nganjuk Diinformasikan Diamankan Polda Jatim, Ini Kata Pimpinan DPRD
Cetak Generasi Berbudi Pekerti Luhur, PSHT Cabang Nganjuk, Pusat Madiun Gelar Prosesi Pengesahan Warga Baru
Gelar Rapat Paripurna, DPRD Kabupaten Nganjuk Sahkan Dua Raperda
Jaring Aspirasi Masyarakat, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk Lakukan Reses
Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Laksanakan Reses