Nganjuk, NAWACITApost.com - Warga RT/RW 002/002, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diresahkan oleh rumah kos yang diduga menjadi lahan prostitusi.
Rumah kos tersebut berada di jalan Cipto Mangunkusumo Nomor 2, Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Pantauan wartawan Nawacitapost.com dilapangan di depan rumah kos tersebut terpasang sebuah baliho yang bertuliskan KOST-KOST AN BERMASALAH !!! DALAM PENGAWASAN WARGA RW/RT : 02/02 yang dipasang oleh warga sekitar.
Baca Juga: Pemuda Jombang Jual Dua Gadis di Bawah Umur Melalui Prostitusi Online
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com Rumah Kos tersebut sudah digerebek warga sebanyak tiga kali.
Menurut ketua RT 02 Saimin mengatakan bahwa, rumah kos tersebut terdiri dari 11 kamar, yang awalnya dihuni oleh 5 remaja yang bekerja disebut seputar wilayah Kecamatan Kertosono.
"Memang benar itu kerja di wilayah Kertosono yang dua orang kalau nggak salah itu cewek dan yang tiga orang itu adalah cowok, namun setelah itu saya diam saja dikarenakan sudah sesuai dengan peruntukannya dan sesuai dengan baliho yang dipasang di depan terima kost umum," kata Saimin pada Minggu (31/12/2023).
Baca Juga: Imigrasi Jakarta Barat Ungkap Dua WNA Terduga Pelaku Prostitusi Online
Saimin menambahkan, setelah lama kemudian itu ada laporan dari warga bahwa ada yang keluar masuk membawa pasangan alias dua sejoli, atau sepasang pria dan wanita.
"Meskipun ada laporan saya tidak berani berlangsung bertindak, karena belum cukup terkait dengan bukti, namun setelah itu warga berusaha untuk mencari bukti sehingga saya (Saimin red) bersama warga menggerebek rumah kost tersebut," imbuhnya.
Lanjut Saimin, tak lama kemudian bersamaan dengan event Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-78, yang digelar oleh Komando Rayon Militer (Koramil) 0810/06 Kertosono anak muda sekitar buka lahan parkir.
Baca Juga: Pemprov DKI Bongkar Tempat Prostitusi Royal Penjaringan
"Berawal dari anak-anak muda di sini buka parkir di depan situ, mengetahui ada tiga pasang pria dan wanita masuk, yang akhirnya digerebek dan tertangkap dua pasang pria dan wanita yang bukan suami istri, dan yang satunya sudah kabur terlebih dahulu sebelum tertangkap warga, itu yang pertama," ujar Saimin.
Masih bersama Saimin, setelah digerebek kami menghubungi Koramil dan Polsek selain itu juga trantib Kelurahan Banaran, dan yang datang adalah babinkamtibmas, kemudian diminta identitasnya yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) alamatnya tidak sama antara si pria dan wanita.
Artikel Terkait
Prostitusi Berkedok Panti Pijat, 3 Orang Pengelola Diamankan Polda Banten
Pelaku Prostitusi Anak di Kamar Kos Sidoarjo, Ternyata Ibu Kandung Sendiri
Operasi Pekat di Bulan Suci, Polres Gresik Ungkap Prostitusi Berkedok Warkop
Pemuda Jombang Jual Dua Gadis di Bawah Umur Melalui Prostitusi Online
Pemprov DKI Bongkar Tempat Prostitusi Royal Penjaringan