NAWACITApost.com - Belakangan ini ramai diberitakan terjadi konflik di Pulau Rempang, Batam, Kepualuan Riau (Kepri). Terlepas dari konflik yang melibatkan warga dan aparat keamanan itu, ternyata ada investasi jumbo yang siap 'mencaplok' tanah seluas 17 ribu hektar itu.
Salah satunya, investor China, Xinyi Glass Holdings Ltd yang akan membenamkan investasi pabrik kaca hingga pabrik solar panel di Pulau Rempang senilai Rp175 triliun. Xinyi Glass Holdings Ltd akan melakukan investasi di kawasan Rempang Eco City yang lahannya dikelola oleh PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan Grup Artha Graha milik Tomy Winata.
Xinyi memproduksi berbagai jenis produk kaca, seperti kaca mobil, kaca hemat energi, dan kaca float berkualitas tinggi, dengan pasar lebih dari 150 negara. Jejak Xinyi di Indonesia tidak hanya di Pulau Rempang, tapi ada juga di KEK JIIPE Gresik, Jawa Timur.
Di kawasan indutri yang dikelola Jababeka itu, Xinyi mengucurkan investasi sebesar US$700 juta atau setara Rp10,5 triliun. Seperti dikutip dari laman JIIPE, pada 25 Agustus 2022 telah dilakukan perjanjian jual beli antara Xinyi dengan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS). Kedua pihak setuju untuk melakukan jual beli lahan untuk pembangunan pabrik kaca Xinyi.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Perusahaan (BP) Batam Ariastuty Sirait mengatakan, nantinya pabrik Xinyi di Gresik dan Pulau Rempang akan saling berkaitan. Pabrik kaca di Gresik akan menyuplai kebutuhan panel surya di Rempang.
Apabila terealisasi, duit yang dibenamkan Xinyi hampir separuh dari potensi investasi di Pulau Rempang. Rempang Eco-City dilaporkan memiliki potensi investasi mencapai Rp381 triliun. Artinya investasi Xinyi adalah 45,93 persen dari target tersebut.
Sekilas tentang Xinyi, perusahaan ini didirikan pada November 1988 oleh Yin Yee Lee. Saat ini, telah beroperasi melalui tiga segmen bisnis utama, yakni kaca apung, kaca mobil, dan kaca arsitektur.
Xinyi Group memiliki 13 taman industri, lebih dari 22 ribu karyawan di seluruh dunia, serta fasilitas modern yang mendukung operasinya. Adapun total aset yang dimiliki oleh Xinyi Group mencapai sekitar US$ 15,3 miliar, dengan total nilai pasar sekitar US$ 30 miliar.
Di sektor energi terbarukan, Xinyi Group memiliki beragam investasi, termasuk lahan solar farm, silikon industri, polisilikon, film surya, industrial ES (energi penyimpanan), civil ES, dan tenaga surya atap. Ini mencerminkan komitmen perusahaan tersebut terhadap energi bersih dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Pulau Rempang bakal dikembangkan menjadi kawasan pengembangan terintegrasi untuk industri, jasa/komersial, agro-pariwisata, residensial, dan energi baru dan terbarukan (EBT). Pengembangan tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) bernama Rempang Eco-City.
Berdasarkan catatan Nawacitapost.com, pengembangan kawasan tersebut dilakukan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan Grup Artha Graha milik Tomy Winata. Proyek ini memiliki nilai investasi jumbo sebesar Rp381 triliun yang terus dikucurkan sampai dengan 2080 dan ditargetkan dapat menyerap 306.000 orang tenaga kerja.