nasional

Jelang Imlek, Wapres Gibran dan Keluarga Jajan hingga bicara Pelestarian Pasar Atum Lama Surabaya

Selasa, 28 Januari 2025 | 16:38 WIB

NAWACITAPOST.COM – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2025, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama istrinya, Selvi Ananda, serta kedua anaknya, Jan Ethes dan La Lembah Manah, mengunjungi Pasar Atom Surabaya, Selasa (28/1/2025). Kehadiran mereka menjadi sorotan karena Gibran menekankan pentingnya melestarikan Pasar Atom Lama yang bersejarah.

Direktur Utama Pasar Atom, Mayjen TNI (Purn) Halim Hermanto, mengaku kunjungan tersebut tidak direncanakan jauh sebelumnya. "Saya baru tahu pagi ini. Beliau menelepon untuk memberi tahu bahwa akan ada kunjungan, awalnya sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Namun akhirnya rombongan tiba sekitar pukul 11.15 WIB karena mayoritas pedagang baru mulai berjualan pukul 11.00 WIB," jelas Halim.

Selama kunjungan, Gibran dan keluarganya berkeliling menikmati suasana pasar yang berdiri sejak 1972. Mereka mengunjungi beberapa stan yang menjual kebutuhan dan pernak-pernik Imlek serta mencicipi makanan khas, seperti cakue, pentol, manisan, dan jajan pasar.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, yang turut mendampingi, menyebut kunjungan ini mempertegas posisi Pasar Atom sebagai ikon Imlek di Surabaya. "Pasar Atom sudah menjadi legenda, terutama saat Imlek. Banyak orang datang untuk membeli pernak-pernik, menikmati suasana dengan barongsai, dan mencicipi makanan khas di sini," ungkap Adhy.

Selain menikmati suasana, Gibran memberikan pandangannya terkait kondisi Pasar Atom Lama. Ia menyampaikan, meskipun Pasar Atom Baru terlihat modern, kawasan Pasar Atom Lama tetap harus dipertahankan. "Pasar lama ini punya nilai sejarah dan penikmatnya masih banyak. Renovasi boleh dilakukan, tetapi esensi pasar ini jangan hilang," kata Gibran, seperti dikutip oleh Adhy.

Selain berbincang mengenai pelestarian Pasar Atom Lama, Gibran juga berdiskusi dengan Adhy terkait berbagai isu strategis, termasuk reformasi birokrasi di pemerintahan daerah, data perlindungan sosial, serta solusi untuk mengatasi persoalan kemiskinan. "Kami juga membahas ide-ide terkait bantuan sosial agar lebih tepat sasaran," tutur Adhy. ***

 

Tags

Terkini