nasional

Wow! Vietnam Jadi Raja Durian di Pasar Global, Kalahkan RI

Selasa, 14 Januari 2025 | 16:23 WIB
Vietnam Jadi Raja Durian di Pasar Global

NAWACITAPOST.COM - Vietnam secara mengejutkan berhasil melampaui Indonesia dalam hal nilai ekspor durian, menjadikannya salah satu pemain utama di pasar global.

Pada tahun 2024, nilai ekspor durian Vietnam mencapai USD 3,3 miliar atau sekitar Rp 53,6 triliun (kurs Rp 16.260 per USD).

Menurut laporan The Straits Times yang dikutip Selasa (14/1), ekspor durian Vietnam mencatat lonjakan luar biasa sebesar 7,8 kali lipat dibandingkan tahun 2022. Kini, durian menyumbang hampir setengah dari total nilai ekspor buah dan sayuran negara tersebut.

Permintaan tinggi dari China menjadi faktor kunci di balik kesuksesan ini. Di negara tersebut, durian tidak hanya dianggap sebagai buah mewah tetapi juga menjadi bahan inovasi kuliner, seperti hot pot durian, roti durian, dan berbagai sajian bertema lainnya.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten A Damenta Sambut Kunjungan Istri Wapres RI Selvi Gibran Rakabuming Bersama Seruni Kabinet Merah Putih

Pada November 2024, impor durian oleh China mencapai 1,53 juta ton dengan nilai USD 6,83 miliar, meningkat 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Vietnam kini menguasai 47 persen pasar tersebut, hanya sedikit tertinggal dari Thailand yang masih memimpin.

Citra Maja City menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah impian. (Citra Maja)

Vietnam memanfaatkan momentum ini dengan memastikan pasokan berkualitas tinggi sepanjang tahun, berkat lahan budidaya di Delta Mekong dan dataran tinggi yang subur.

Di sisi lain, Indonesia masih tertinggal jauh dalam persaingan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor durian Indonesia pada tahun 2023 hanya mencapai USD 1,07 juta atau sekitar Rp 17,3 miliar.

Perbedaan mencolok ini menunjukkan bagaimana strategi komprehensif Vietnam membawa hasil signifikan.

Negara ini berinvestasi pada peningkatan kualitas, adopsi teknologi, serta memperluas jangkauan pasar internasional.

Vietnam juga diuntungkan oleh perjanjian perdagangan strategis dengan China, yang dimulai melalui protokol ekspor pada 2022.

Komitmen terhadap standar keamanan pangan, keterlacakan produk, serta teknologi pembekuan modern menjadi pilar utama kesuksesan ekspor mereka.

Halaman:

Tags

Terkini