NAWACITAPOST.COM - Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) menimbulkan polemik di masyarakat, baik secara horizontal maupun vertikal. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai proyek tersebut.
Di sisi lain, secara vertikal, dampak PSN PIK 2 terhadap masyarakat juga menjadi perhatian serius. Narasi yang berkembang melalui media sosial cenderung membentuk opini kelompok tertentu, sehingga masyarakat kesulitan memahami desain besar dari PSN PIK 2 secara keseluruhan.
“Kita tidak menampik adanya polemik PSN PIK 2, baik secara horizontal maupun vertikal. Namun, kita juga harus berpikir dan bersikap secara objektif agar apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan bakal terjadi dapat kita prediksi sejak sekarang,” ujar Ketua Pengurus Daerah BABAD BANTEN Kabupaten Tangerang, Ki Bacik Pakuhaji, dikutip Sabtu (21/12/2024).
Lebih lanjut, Ki Bacik menekankan pentingnya berpikir dan bersikap objektif. “Berpikir dan bersikap objektif sangat penting bagi kita semua. Sebab, dari situ kita bisa melihat secara terang benderang apa sebenarnya PSN PIK 2 itu. Jangan sampai kita beropini hanya berdasarkan cerita orang lain tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya,” ucapnya.
Baca Juga: BRI Dukung Petani Jeruk Gerga Curup di Bengkulu Menjadi Produk Andalan
Ki Bacik juga berpendapat bahwa PSN PIK 2 memiliki potensi menjadi katalisator dan dinamisator pembangunan di Tangerang bagian utara. Dengan adanya proyek tersebut, akses ekonomi, politik, dan interaksi antarbudaya dari berbagai suku, ras, dan agama dapat semakin intensif. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu poin penting dari PSN PIK 2.
Dalam pandangannya, masyarakat seharusnya merespons proyek ini secara proaktif, bukan dengan reaksi berlebihan. “PIK 2 mungkin masih memiliki kekurangan di mata banyak pihak. Namun, saya percaya pihak pengembang juga mau membuka pintu dialog untuk mendengar aspirasi masyarakat Tangerang Utara, khususnya masyarakat di Kesambi, Teluknaga, Kampung Melayu, dan Pakuhaji yang terdampak langsung oleh PSN PIK 2. Oleh karena itu, kita harus membuka dialog dengan berbagai pemangku kepentingan agar bisa melihat proyek ini secara objektif,” jelasnya.
Ki Bacik juga optimis bahwa solusi yang menguntungkan semua pihak dapat dicapai. “Saya percaya pasti ada solusi win-win solution selama kita mau melihat dengan kacamata objektif,” tegasnya.
Selain itu, Ki Bacik menyebutkan bahwa sejak dimulainya pembangunan, PSN PIK 2 telah membuka 163.000 peluang kerja lokal, mencakup sektor konstruksi, vendor, dan area komersial. Proyek ini direncanakan menjadi destinasi wisata unggulan di Tangerang dengan dukungan infrastruktur canggih, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik yang lengkap.
Baca Juga: PDIP: Jokowi Bukan Orang yang Loyal
Kawasan ini juga berhasil menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional, yang diharapkan dapat menjadi katalisator dan dinamisator pembangunan di Tangerang bagian utara. “Insyaallah, proyek ini bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat,” tandas Ki Bacik.