Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Ditengah-tengah perhelatan besar KTT G20 Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meresmikan Bali Kompendium sebagai panduan berinvestasi pada Senin (14/11/2022) di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Bali.
Baca Juga : Rapat Terkait Nawacita Awards dengan Wakil Ketum KADIN Sarman Simanjorang, Komisaris Utama Faigiziduhu Ndruru PT MNI : Dilaksanakan 28 Oktober 2022
Tentunya hal ini juga disambut baik oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Sementara itu, Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, adanya Bali Kompendium akan memperjelas iklim investasi hijau di Indonesia. Selain itu, hal ini merupakan sebagai bentuk panduan untuk para investor lokal maupun dari luar yang memasang modalnya di Indonesia.
"Sehingga bagi pengusaha lokal dan investor dari luar yang memasang modalnya di Indonesia mereka sudah mempunyai panduan yang wajib diikuti, apalagi sudah disepakati oleh negara-negara G20," jelas Sarman dikutip dari Kontan.co.id.
Sarman pun mengatakan adanya Bali Kompendium akan mempercepat proses investasi dalam negeri karena semuanya sudah diperjelas dalam satu buku panduan. Terlebih Indonesia juga berkomitmen mendukung ekonomi hijau.
-
Selain itu, Bali Kompendium bisa menarik investor untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Indonesia. Dikatakan sarman, panduan ini turut menjadi hal positif baik dari sisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun perizinan baik daru pusat maupun daerah.
“Panduan tersebut bertujuan untuk menjadi panduan bagi para investor yang menanamkan modalnya di Indonesia terkait dengan pembangunan berkelanjutan dan menjadi living document yang menandai titik awal inovasi untuk menjawab permintaan dunia bisnis dan konsumen menuju praktik ekonomi berkelanjutan. Panduan tersebut juga disusun menyesuaikan tingkatan usaha baik perusahaan besar hingga UMKM,” papar Sarman dalam unggahan facebooknya @Sarman Simanjorang.
Bali Kompendium disusun dengan kerja sama United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Kompendium ini nantinya akan digunakan sebagai panduan oleh negara-negara G20. Hal ini juga akan menjadi dasar bagi para pembuat kebijakan dari berbagai negara anggota G20 untuk menyusun strategi promosi investasi serta cara mempromosikan jenis investasi yang tepat untuk pembangunan berkelanjutan.