nasional

Dua Belas Jam Menembus Lokasi Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi

Senin, 11 November 2024 | 16:26 WIB
Pengungsian Erupsi Gunung Lewotobi

NAWACITAPOST.COM - Senja di perairan Kupang kala itu perlahan berganti menjadi sunyi. Beberapa kapal kecil nelayan telah tertinggal di belakang, bercahayakan lampu yang berpendar diganti oleh temaram purnama. Sinyal gawai mulai meredup, tanda semakin menjauh dari suar telekomunikasi.

Tak terasa, dua belas jam sudah bahtera berisi logistik Kementerian Sosial untuk penyintas erupsi Gunung Lewotobi telah berlayar dari Kupang menuju Larantuka, Flores Timur.

Selama dua belas jam, mil demi mil laut perlahan terlewati, hingga tak terasa 131 mil laut telah usai diarungi.

Di dalam bahtera itu juga turut serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang memimpin tim Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan kepada para penyintas di sana.

Baca Juga: BNPB Tinjau Pengungsian Warga Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki hingga ke Kabupaten Sikka  

Di situasi darurat seperti itu, tak mudah memang mencapai lokasi yang akan dituju oleh Wamensos Agus.

Hanya ada jalur laut yang bisa ditempuh karena beberapa bandara di sekitar pusat erupsi terpaksa ditutup imbas dari efek muntahan abu vulkanik yang menyelubungi langit di atas bumi Flobamora itu.

Setiba di Pelabuhan Larantuka Flores Timur, Kamis (6/11/2024) pagi, berbagai bantuan logistik Kemensos segera didistribusikan melalui jalur darat menggunakan truk menuju tiga titik pengungsian.

Selama perjalanan menuju lokasi, dari kejauhan tampak debu kelabu masih menyembul dari ujung puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, tanda aktivitas vulkanik masih tinggi.

Vegetasi di sepanjang lereng gunung yang dulunya hijau, kini tampak kering kecokelatan akibat dampak abu vulkanik erupsi.

Salah satu pengungsi yang dikunjungi oleh Wamensos Agus adalah Agnes Masing Lajar (35), warga Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur yang berhasil selamat dari erupsi Gunung Lewotobi.

Agnes menceritakan saat kejadian, yaitu Minggu (3/11/2024) malam, dirinya beserta suami, kedua anaknya, dan ayah mertuanya sedang beristirahat di rumah. Ketika itu mereka mendengar suara seperti guntur dan muncul kilatan di langit.

Baca Juga: Wakil Menteri Sosial Salurkan Santunan untuk Ahli Waris Korban Erupsi Gunung Lewotobi

"Terdengar guntur dan kilatan di langit. Kami pikir itu hujan jadi kami seperti biasa tidak menghiraukannya," ucap Agnes seraya mengatakan di saat tengah malamnya, mereka dikagetkan dengan bunyi guntur yang kencang sekali seperti menyambar rumah mereka.

Halaman:

Tags

Terkini