NAWACITAPOST.COM - Dalam debat kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2024, calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini, menegaskan pentingnya peran pemimpin dalam membawa perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya penderitaan rakyat adalah penderitaan bersama yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan serius.
“Keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari trofi atau piagam yang diperoleh, tetapi dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan rakyat,” kata Risma saat menyampaikan pandangannya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan hanyalah pelengkap dan bukan tujuan utama dalam kepemimpinan. Di tempat terpisah, Imron Fauzi, Wakil Ketua Tim Pemenangan Risma-Hans, mendukung penuh pandangan Risma.
Imron menilai, para pemimpin seharusnya tidak menjadikan penghargaan sebagai target utama. "Penghargaan itu hanyalah formalitas, tidak akan mengurangi kemiskinan atau memberantas korupsi. Apa gunanya penghargaan jika rakyat tetap hidup dalam keterbatasan dan keputusasaan?” tegasnya.
Baca Juga: Yasonna Laoly Minta Pemerintah Hentikan Praktik Kejar Tayang dalam Pembahasan Undang-Undang
Menurut Imron, fokus pada penghargaan hanya akan menciptakan ketimpangan yang semakin dalam. Ia berpendapat, pemimpin harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar angka atau formalitas yang dijadikan bahan citra belaka.
Imron juga menyoroti pentingnya penggunaan dana publik yang tepat sasaran. Ia mengkritik bagaimana dana hibah dan Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) sering disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga manfaatnya tidak sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
“Berapa banyak dana hibah, dana Jasmas, yang dikorupsi dan tidak sampai ke masyarakat?” ucapnya.
Sementara itu, calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengklaim bahwa selama masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Timur, pihaknya telah berhasil meraih 738 penghargaan, baik di tingkat regional maupun internasional. Hal ini disampaikannya dalam debat kandidat Pilkada Jatim, Minggu (3/11).
Baca Juga: Rusunawa Pasar Rumput Jadi Pilihan Warga Jakarta, Harga Mulai Rp 1,1 Juta
Menurut Khofifah, prestasi tersebut bukan hanya hasil kerja keras pemerintah saja, melainkan juga berkat kontribusi aktif dari masyarakat Jawa Timur yang turut mendukung beragam program dan kebijakan. "Hampir setiap dua hari, pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima satu penghargaan. Dalam lima tahun terakhir, totalnya ada 738 penghargaan," ungkap Khofifah dengan bangga.