“Kemarin kami juga memberikan bantuan rumah tidak layak huni kepada sekitar 10.900 masyarakat tidak mampu bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ucap Achmad.
Lebih lanjut, Achmad menyebutkan selain program bantuan rumah, BAZNAS juga memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah dijalankan. Hal tersebut juga mirip dengan program pemberdayaan yang telah dilakukan Kemensos selama ini.
“Mulai dari warung kecil hingga usaha bengkel pinggir jalan, kami fasilitasi untuk mendapat tempat dan peralatan yang memadai,” sambung Achmad.
Baca Juga: Mensos Saifullah Yusuf Berikan Bantuan Rp650 Miliar kepada Ribuan Pemulung Bantargebang, Bekasi
Selain itu, BAZNAS juga berfokus pada pemberian program beasiswa pendidikan bagi anak-anak tidak mampu. Hal tersebut ditujukan untuk mendukung pengentasan kemiskinan melalui intervensi pada ranah pendidikan.
“Kami memberikan beasiswa untuk 53 ribu anak, hingga tingkat perguruan tinggi terutama untuk jurusan sains, engineering, dan teknologi,” jelas Achmad yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang tersebut.
Adanya program beasiswa BAZNAS itu seakan seperti gayung bersambut bagi Kemensos, mengingat transformasi tingkat pendidikan sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses “naik kelasnya” para penerima manfaat Kemensos.
“Terutama bagi 10 juta masyarakat penerima PKH. Sudah ada yang naik kelas atau tergraduasi,” jelas Gus Ipul.
Sebelumnya, Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program yang bersifat bantuan tunai bersyarat atau conditional cash transfer. Hal tersebut mengharuskan para penerima PKH setiap bulannya berpartisipasi aktif dalam mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Dengan adanya program beasiswa dari BAZNAS, hal itu dapat menjadi kolaborasi komprehensif bagi para penerima bantuan sosial Kemensos, yang tak jarang di antara mereka memiliki anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi namun seringkali terganjal oleh biaya.
Baca Juga: Mensos Risma Dapat Apresiasi dari Komisi VIII DPR RI, Berhasil Ikut Andil Turunkan Angka Kemiskinan
Menurut Achmad, adanya sinergitas program di bidang pendidikan yang dimiliki BAZNAS ini nantinya akan mampu mengentaskan kemiskinan. Ketika akses pendidikan terfasilitasi bagi para anak dari penerima bantuan sosial Kemensos, maka hal tersebut dapat mengubah kehidupan keluarganya untuk keluar dari kemiskinan.
Selain itu, Kementerian Sosial dan BAZNAS juga bekerja sama dalam penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial.
“Kami sering menggunakan data DTKS milik Kemensos sebagai dasar pemberian bantuan,” sambung Achmad. Data tersebut disandingkan dengan data yang dimiliki melalui masjid-masjid yang dikelola oleh BAZNAS.
Hal tersebut diamini oleh Gus Ipul. Kegiatan pemberian bantuan kepada masyarakat miskin memang harus berpedoman kepada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Kemensos.