nasional

Akses Jalan Terputus, 1.362 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Aceh Jaya

Senin, 19 Agustus 2024 | 20:43 WIB
Aceh dilanda banjir. (X)

NAWACITAPOST.COM - Banjir besar melanda Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, pada Minggu sore (18/8/2024) sekitar pukul 16.15 WIB. Bencana alam ini terjadi akibat meluapnya sungai-sungai di wilayah tersebut, yang telah merendam tiga desa di dua kecamatan, yaitu Desa Sapek dan Desa Meudheun di Kecamatan Jaya serta Desa Meudang Ghon di Kecamatan Indra Jaya.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebanyak 1.362 jiwa dari 378 kepala keluarga terdampak banjir ini. Ketinggian air yang menggenangi rumah-rumah warga berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya bergerak cepat dalam menanggapi kejadian ini. Dua posko darurat telah didirikan untuk menampung para warga yang mengungsi. Posko pertama berada di Gampong dengan satu tenda utama, dan posko kedua didirikan di lokasi terpisah. Kedua posko tersebut telah menampung sekitar 670 jiwa yang mengungsi dari rumah mereka yang terendam banjir.

Selain pendirian posko, BPBD juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna melakukan kaji cepat dan mengevakuasi warga dari area berisiko. Tim ini dilengkapi dengan perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga yang terjebak di area terdampak. Mereka juga aktif memantau kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai guna mencegah adanya banjir susulan.

Baca Juga: Reshuffle Terakhir Sebelum Lengser, Jokowi Dinilai Amputasi PDIP dari Kabinet

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyebutkan bahwa hingga Senin dini hari (19/8/2024), debit air di Sungai Meudheun telah menurun sekitar 160 sentimeter dari puncak banjir. Meskipun demikian, debit air tersebut masih berada di atas batas normal, dan hujan dengan intensitas ringan masih terus mengguyur wilayah Aceh Jaya.

Situasi akses jalan juga masih sangat sulit. Beberapa wilayah yang terdampak mengalami hambatan transportasi karena masih tergenang air. Sejumlah ruas jalan belum dapat dilalui kendaraan, menghambat distribusi bantuan lebih lanjut.

Meski begitu, BPBD Kabupaten Aceh Jaya terus bersiaga penuh, menjaga keselamatan warga dengan tetap memantau situasi banjir dan menyiapkan evakuasi lebih lanjut jika dibutuhkan. Sebagai langkah antisipasi tambahan, pihaknya juga melakukan pemantauan intensif terhadap curah hujan serta risiko meningkatnya debit air sungai, mengingat potensi banjir susulan masih ada jika curah hujan tinggi kembali terjadi.

Dengan kondisi yang belum sepenuhnya stabil, warga Aceh Jaya berharap agar intensitas hujan segera menurun, sehingga mereka bisa kembali ke rumah dan memulai proses pemulihan. Namun, hingga saat ini, keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Tags

Terkini