nasional

Kisah Perjalanan Ciputra Membangun Kerajaan Properti Hanya dengan Modal Rp 10 Juta

Jumat, 26 Juli 2024 | 11:36 WIB
Ciputra. (X)

NAWACITAPOST.COM - Ciputra atau Tjiputra, adalah salah satu nama besar dalam dunia bisnis properti Indonesia. Pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, pada 24 Agustus 1931 ini telah menorehkan sejarah panjang sebagai pionir sektor properti di Tanah Air.

Ia mendirikan banyak perusahaan ternama seperti Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group, yang membuatnya dikenal sebagai salah satu raja properti Indonesia. Perjalanan bisnis Ciputra dimulai sejak ia masih kuliah di jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1957.

Bersama dua rekannya, Budi Brasali dan Ismail Sofyan, Ciputra mendirikan biro arsitektur PT Daya Cipta. Biro ini banyak menerima proyek besar, dan pada tahun 1960, setelah lulus dari ITB, Ciputra memutuskan untuk pindah ke Jakarta guna mengejar peluang yang lebih besar.

Di Jakarta, kiprah bisnis Ciputra semakin cemerlang. Pada tahun 1961, ia mendirikan Grup Jaya dengan modal awal Rp 10 juta. Grup ini berkembang pesat, dengan proyek-proyek besar di berbagai daerah. Melalui PT Ciputra Development, Ciputra berhasil membawa perusahaannya ke panggung bisnis global dengan nilai aset lebih dari Rp 30 triliun.

Baca Juga: KA Blambangan Ekspres: Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Intip Apa Saja Fasilitasnya

Menghadapi Krisis

Namun, perjalanan bisnis Ciputra tidak selalu mulus. Pada tahun 1998, Indonesia dilanda krisis ekonomi yang menyebabkan nilai tukar rupiah terjun bebas.

Utang Grup Jaya yang sebagian besar dalam bentuk mata uang dolar AS membengkak hingga hampir US$ 100 juta. Krisis ini memaksa Ciputra untuk mengambil langkah drastis, termasuk menjual saham di sejumlah perusahaan seperti Bumi Serpong Damai (BSD) dan menutup beberapa unit usaha seperti Bank Ciputra.

Meskipun menghadapi tantangan besar, Ciputra berhasil bangkit dari krisis. Ia mempercayakan manajemen krisis di Grup Jaya dan Metropolitan kepada direksinya, sementara ia sendiri fokus menyelesaikan masalah di Grup Ciputra. Perlahan-lahan, tiga kelompok usahanya, Pembangunan Jaya, Metropolitan, dan Grup Ciputra berhasil keluar dari krisis.

Ciputra meninggal dunia pada 27 November 2019 di usia 88 tahun dan dimakamkan di Jonggol, Jawa Barat. Meskipun telah berpulang, warisan bisnis dan kekayaannya terus dikelola oleh anak-cucunya.

Baca Juga: Andika Perkasa: Kita Harus Menang Terhormat di Pilkada 2024

Hingga 16 Desember 2024, Forbes mencatat kekayaan bersih keluarga Ciputra mencapai US$ 1,7 miliar atau setara Rp 27,56 triliun. Hal itu menempatkannya di urutan ke-26 dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Generasi ketiga keluarga Ciputra kini siap bergabung dalam manajemen Ciputra Group, melanjutkan usaha keluarga yang penuh lika-liku. Dengan lebih dari 70 proyek di 33 kota di Indonesia, Ciputra Group tetap menjadi salah satu perusahaan properti terbesar di tanah air.

Kesuksesan yang diraih Ciputra merupakan bukti nyata dari ketekunan, inovasi, dan kemampuan untuk bangkit dari krisis, menjadikannya inspirasi bagi banyak pengusaha di Indonesia. Ciputra adalah seorang arsitek terlatih yang mendirikan grup Ciputra lebih dari tiga dekade lalu.

Halaman:

Tags

Terkini