Program sosial lainnya ikut terkena.
Dengan kata lain, satu angka dapat menghasilkan efek domino terhadap kehidupan sebuah keluarga.
Karena itu, negara tidak boleh berhenti pada pertanyaan: "Berapa desil keluarga ini?"
Negara harus bertanya lebih jauh:
Mengapa desilnya demikian?
Data apa yang membuat peringkat itu berubah?
Kapan terakhir data diverifikasi?
Apakah kondisi keluarga di lapangan memang sesuai dengan data?
Apakah ada anggota keluarga yang sakit?
Apakah ada anak yang sedang kuliah?
Apakah sumber penghasilan keluarga tetap atau tidak?
Apakah aset yang tercatat benar-benar menghasilkan pendapatan?
Dan yang paling penting: siapa yang bertanggung jawab ketika data ternyata keliru?
KEMISKINAN TIDAK SELALU TERLIHAT DARI LUAR
Inilah kelemahan terbesar pendekatan yang terlalu administratif.
Kemiskinan sering kali bersifat tersembunyi.