Itu bisa berarti tunggakan.
Bagi mahasiswa, tunggakan bisa berarti tidak bisa melakukan registrasi.
Dan pada akhirnya, persoalan administrasi bisa berubah menjadi ancaman putus kuliah.
DARI KAMPUS BERLANJUT KE RUMAH SAKIT
Problem yang lebih serius muncul ketika logika desil bersinggungan dengan layanan kesehatan.
Pada awal 2026, perubahan data DTSEN berdampak terhadap kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina bahkan menyebut persoalan PBI BPJS yang berulang berakar pada persoalan data. Ia menyoroti adanya masyarakat yang seharusnya masih berhak tetapi justru dinonaktifkan, sementara di sisi lain masih terdapat penerima yang tidak tepat sasaran.
Pernyataan tersebut penting.
Sebab ketika kesalahan data terjadi dalam program bantuan pangan, dampaknya mungkin berupa keluarga kehilangan bantuan.
Tetapi ketika kesalahan data terjadi pada jaminan kesehatan, konsekuensinya bisa jauh lebih berat.
Bayangkan seorang pasien dengan penyakit kronis datang ke fasilitas kesehatan.
Kartu yang selama ini digunakan tiba-tiba tidak aktif.
Pasien kemudian diminta mengurus pemutakhiran data.
Secara administratif mungkin itu terlihat sederhana.
Tetapi bagi pasien yang membutuhkan pengobatan rutin, waktu bukan sekadar administrasi.
Waktu adalah kesehatan.