NAWACITAPOST.COM - Pemerhati Telematika dan Multimedia, Roy Suryo, menyatakan bahwa Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sudah tidak layak pakai.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang memiliki data anomali. Menurut Roy Suryo, Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, bahkan telah mengakui bahwa per hari ini terdapat 154.451 koreksi dari total 822.220 TPS di Indonesia, yang berarti lebih dari sepuluh persen, menunjukkan bahwa sistemnya sudah tidak layak dipakai.
"Sudah lebih dari sepuluh persen, itu berarti sudah error, sistemnya sudah tidak layak dipakai," kata Roy Suryo, dikutip Kamis (29/2/2024).
Baca Juga: Akibat Jembatan Brantas Berlubang, Sudah 2 hari Kemacetan Terjadi Diseputaran Mengkreng, Kediri
Roy juga mengungkapkan bahwa ia akan mengungkap kejanggalan dalam aplikasi Sirekap. Salah satunya adalah mengenai versi Sirekap yang sudah berubah sebanyak sepuluh kali.
Menurutnya, versi aplikasi yang pertama kali diunduh oleh petugas KPPS tiba-tiba berubah di tengah jalan, dengan sejumlah script yang ditambahkan untuk mengatur sistem Sirekap.
"Ini kaya MK aja, di tengah jalan aturannya diganti, iya sama. Jadi kalau istilah teknis ini ada script yang ditambahkan, ada script yang dikurangin, nah ini fatal," ungkapnya.
Baca Juga: Mitos atau Fakta, 9 Pernyataan Tidak Benar tentang Makanan, kamu Sering Dengar?
Roy juga menyebut bahwa salah satu fungsi script yang ditambahkan ini diduga untuk mengalihkan suara pada partai tertentu. Jika partai tertentu diinput ke dalam aplikasi Sirekap, maka partai tersebut akan langsung dihilangkan.
"Jadi ada fungsi yang tadinya ada kemudian dihilangkan, kemudian ada yang ditambahkan," kata Roy Suryo.
Dia juga menambahkan bahwa script ini ditempatkan saat server aplikasi itu berada di Singapura. "Script ini disisipkan namanya jason script, disisipkan ketika Sirekap ini waktu itu ditempatkan di Singapura," tandasnya.
Dengan temuannya ini, Roy Suryo berharap agar dilakukan audit forensik IT untuk mengungkap kebenaran mengenai temuan-temuan tersebut.