Kamis, 4 Juni 2026

Mitos atau Fakta, 9 Pernyataan Tidak Benar tentang Makanan, kamu Sering Dengar?

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Kamis, 29 Februari 2024 | 09:54 WIB
Mitos atau Fakta? 9 Pernyataan Tidak Benar tentang Makanan ( Foto: Pexels/Karolina Grabowska)
Mitos atau Fakta? 9 Pernyataan Tidak Benar tentang Makanan ( Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

NAWACIATPOST.COM - Dewasa ini, beragam inovasi dalam penyajian makanan telah memberikan kita banyak pilihan cara konsumsi.

Namun, keragaman ini terkadang melahirkan mitos, seakan ada aturan tertentu mengenai makanan yang tidak boleh dikombinasikan atau disajikan dengan cara tertentu.

Mitos 1: Lemak Semua Bersifat Jahat

Makanan tentu menjadi hal yang tidak terpisahkan dari hidup kita sehari-hari. Seperti yang diketahui, sumber makanan dapat kita peroleh dari protein hewani, protein nabati, buah-buahan, dan lain sebagainya. 

Dikutip dari Scripps, kenyataannya tidak semua lemak bersifat merugikan karena ada lemak sehat dan lemak tidak sehat.

Lemak tak jenuh, yang termasuk dalam kategori lemak sehat, ditemukan dalam minyak sayur, kacang-kacangan, zaitun, alpukat, dan lemak ikan. Lemak ini sering diandalkan sebagai sumber lemak dalam program diet karena mampu menurunkan kolesterol serta risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: Pipas Rutan Kelas IIB Sukadana Ikuti Kegiatan Webinar Kewirausahaan

Sebaliknya, lemak jenuh yang ditemukan dalam butter, keju, daging, dan produk hewani lainnya, serta lemak trans yang terkandung dalam produk hewani, kuning telur, produk susu tinggi lemak, yogurt, dan keju, dianggap lemak yang tidak sehat.

Mitos 2: Segar, Beku, Kering, atau Kalengan, Buah dan Sayuran Sama-sama Sehat

Penelitian Sage Journal menunjukkan bahwa buah-buahan dan sayuran yang beku atau kalengan tidak kalah bernutrisi dengan yang segar.

Namun, perlu diperhatikan kadar gula, lemak jenuh, dan sodium dalam produk olahan tersebut.

Mitos 3: Protein Nabati Tidak Cukup Nutrisi

Tidak benar bahwa protein nabati tidak mencukupi nutrisi tubuh. Malahan, protein nabati dianggap lebih sehat dibandingkan protein hewani karena tidak mengandung lemak jenuh dan tidak meningkatkan kadar kolesterol.

Produk berbasis kedelai dan kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati yang umum dikonsumsi dan dapat seimbangkan dengan asupan sayuran, buah, dan biji-bijian.

Baca Juga: Wisata Karang Potong Ocean View di Cianjur, Pesona Pantai Kekinian Yang Aesthetic Dengan Indahnya Hamparan Laut Biru Vibes Santorini

Mitos 4: Kedelai Berbahaya Bagi Tubuh

Meski ada pendapat bahwa kedelai berisiko karena mengandung isoflavon yang dapat memicu tumor payudara pada hewan, studi pada manusia belum membuktikan hal tersebut.

Produk kedelai, termasuk protein, serat, vitamin, dan mineral berkualitas tinggi, memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan dengan sumber protein hewani.

Halaman:

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini