NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi antar aparat penegak hukum, Lapas Kelas IIB Muara Teweh mengikuti kegiatan diskusi terkait penerapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana di wilayah hukum Pengadilan Negeri Muara Teweh. Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan diskusi ini menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan dalam sistem peradilan pidana untuk menyamakan persepsi serta memperdalam pemahaman terhadap implementasi ketentuan dalam undang-undang terbaru tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur penegak hukum dan pemangku kepentingan di wilayah Barito Utara, antara lain Balai Pemasyarakatan Muara Teweh, Pengadilan Negeri Muara Teweh, Kejaksaan Negeri Barito Utara, Kejaksaan Negeri Murung Raya, Kepolisian Resor Barito Utara, LBH Pijar Barito, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Baca Juga: Pemkab Rokan Hulu Gelorakan Syiar Islam, Melalui Lomba Semarak Ramadhan 1447 Hijriah
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai aspek penting terkait implementasi KUHAP terbaru, termasuk mekanisme koordinasi antar lembaga, perlindungan hak-hak tersangka dan terdakwa, serta optimalisasi peran masing-masing institusi dalam sistem peradilan pidana terpadu (criminal justice system).
Kepala Lapas Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan bahwa forum diskusi seperti ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan kesamaan pemahaman antar aparat penegak hukum.
“Melalui diskusi ini, kita dapat menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antar lembaga penegak hukum dalam menerapkan ketentuan undang-undang yang baru. Kolaborasi yang baik antar institusi akan sangat mendukung terciptanya sistem peradilan pidana yang profesional, transparan, dan berkeadilan,” ujar Halasson Sinaga.
Baca Juga: Pastikan Layanan Idul Fitri 1447 H Berjalan Optimal, Lapas Gunungtua Gelar Rapat Persiapan
Ia juga menegaskan bahwa Lapas Muara Teweh siap mendukung implementasi kebijakan hukum yang berlaku serta terus memperkuat koordinasi dengan seluruh aparat penegak hukum di wilayah Barito Utara.
Melalui kegiatan ini, Lapas Muara Teweh menunjukkan komitmennya dalam mendukung sinergi antar lembaga serta memperkuat implementasi sistem peradilan pidana yang terintegrasi, profesional, dan berorientasi pada penegakan hukum yang berkeadilan.
(Humas Lapas Muara Teweh)