Jakarta, NAWACITA – Presiden Joko Widodo sedang meninjau beberapa lokasi yang akan dijadikan sebagai calon alternatif Ibu Kota Negara yang baru. Salah satunya adalah kawasan di Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya kelengkapan infrastruktur serta pendukung lainnya telah tersedia, letaknya di daerah yang dilewati jalan tol dari Samarinda ke Balikpapan, dua kota yang masing-masing sudah ada bandar udara dan ada juga pelabuhan laut. Namun, Pemindahan dan penyiapan ibu kota baru tidak hanya soal kesiapan infrastruktur saja. Banyak aspek lain yang masih harus dikaji dan dikonsultasikan. Sosial - politiknya, lingkungan dan kebutuhan airnya, lalu soal kebencanaan, dan lain-lain.
Setelah meninjau lokasi yang menjadi alternatif calon Ibu Kota Negara Republik Indonesia di Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah melalui Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.Tiba pada Selasa, 7 Mei 2019, pukul 15.50 WIB di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya setelah menempuh penerbangan selama 50 menit dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Presiden disambut Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam penerbangan menuju Provinsi Kalimantan Tengah adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjutak.
Presiden akan bermalam di Kota Palangkaraya, untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerja keesokan harinya. Di antaranya meninjau lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota.